Ajakan Demo Ditolak, Penyebab Kerusuhan di Wamena

KABARINDONG – Kerusuhan pecah di Wamena, Jayawijaya, Papua. Menurut pihak kepolisian, kerushan berawal dari bentrok pelajar dan masyarakat. Setelah itu, massa membakar sejumlah bangaunan di Wamena.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal memaparkan, pada sekitar pukul 07.25 WIT, terjadi penyerangan ke Sekolah Yapis Wamena. Penyerangan
diduga dilakukan massa bersama pelajar dari SMA PGRI.

“Telah terjadi penyerangan ke Sekolah Yapis Wamena oleh anak SMA PGRI yang tergabung dengan masyarakat kurang-lebih sekitar 200 orang,” kata Kamal dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (23/9).

Lebih lanjut diungkapkan, penyerangan dilakukan saat pelajar SMA PGRI menggelar aksi demonstrasi di halaman sekolah. Tak mau sendirian, pelajar SMA PGRI mengajak pelajar sekolah Yayasan Yapis. Namun ajakan itu ditolak. “Sekolah Yapis tidak mau ikut demonstrasi, sehingga anak sekolah Yayasan Yapis melakukan perlawanan,” ungkapnya.

Kamal membantah jika aksi demo terkait dengan ucapan rasisme. “Terkait dengan isu ucapan rasisme, itu tidak benar. Kami juga sudah menanyakan kepada pihak sekolah dan guru dan kita pastikan tidak ada kata-kata rasis. Kami harap masyarakat di Wamena dan di tanah Papua tidak mudah terprovokasi isu yang belum tentu kebenarannya,” tutur Kamal.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.