Demi Lolos UNBK, MM Berpura-Pura Jadi Tuna Netra

seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Sebelas Maret (UNS) MM terpaksa dipulangkan atau didiskualifikasi setelah mengelebui panitia SBMPTN.

Peserta tersebut mengaku sebagai penderita tuna netra, padahal terbukti bisa melihat dan mendengar.

Wakil Rektor I UNS Ahmad Yunus membenarkan kabar tersebut. Pada awalnya MM datang ke ruang Laboratorium 2 Gedung UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) UNS pada sesi kedua, Selasa (7/7). Petugas mendapati keanehan pada perilaku peserta tersebut. MM datang berjalan sendirian ke lokasi ujian dengan lancar.

“Ketika ditanya lokasi ujiannya dimana, dia menjawab Laboratorium 2. Laboratorium tersebut adalah tempat khusus untuk penyandang tuna netra. Setelah kita cek datanya, dia terdaftar sebagai peserta tuna netra. Tapi kenyataannya dia bisa berjalan sendiri dengan mudah,” ujarnya.

Yunus menyampaikan, ketika didesak pertanyaan, yang bersangkutan beralasan dirinya adalah atlet disabilitas. Dalam pertandingan, dia tergolong sebagai atlet tuna netra.

“Yang bersangkutan kita minta mengurus permasalahan itu ke gedung SPMB UNS. Di sana dia diklarifikasi secara detail terkait kondisinya. Namun kita dapati adanya usaha MM mengelabui panitia. Karena panitia sebelumnya sudah memastikan kembali data para peserta UTBK disabilitas,” jelasnya lagi.

Yunus menambahkan, Sebelum pelaksanaan ujian, seluruh peserta berkebutuhan khusus tersebut sudah dihubungi via telpon satu per satu, untuk memastikan kondisinya.

“Semua kita pastikan kondisinya, tapi ternyata dia kondisinya sehat, bisa melihat, bisa mendengar,” tandasnya.

Usaha MM untuk bisa mengikuti UTBK tak sampai disitu. Ia sempat meminta agar bisa diikutkan dalam jalur reguler. Namun pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan tersebut. Apalagi terkait pemalsuan data.

“Kalau sudah ada pemalsuan data seperti itu, kita tidak bisa memberikan toleransi, sehingga terpaksa kita diskualifikasi,” pungkas Yunus. (jon/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.