Diserang Covid-19, Operasional Stasiun TVRI Jatim Dihentikan

Stasiun TVRI Jawa Timur yang berada di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya akan menghentikan aktivitas untuk sementara waktu. Keputusan itu menyusul 180 karyawan positif terinfeksi virus Corona.

Sebelumnya, dua karyawan TVRI Jawa Timur dilaporkan meninggal dunia. Kendati laporan awal, dua karyawan tersebut meninggal karena sakit typus dan demam berdarah.

“Ada dua karyawan kami meninggal dunia berturut-turut, laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki meninggal pada Sabtu (11/7) yang perempuan meninggal pada Minggu (12/7),” ungkap Kepala Stasiun TVRI Jawa Timur, Akbar Sahidi.

“Diagnosa awal, karyawan laki-laki yang meninggal itu karena typus dan yang perempuan karena demam berdarah. Namun setelah meninggal, keduanya dimakamkan dengan protokol Covid-19,” tutur Akbar.

Sejauh ini, Akbar belum mendapat laporan tertulis terkait meninggalnya dua karyawan akibat covid-19. “Jadi kami belum mendapatkan laporan secara tertulis. Tetapi informasi yang berkembang, kedua almarhum ada gejala sesak sebelum meninggal. Tapi belum bisa kami pastikan apakah kedua almarhum positif Covid-19 atau negatif,” terangnya.

Akbar menambahkan, sebelum kedua karyawan itu meninggal atau masih dirawat di rumah sakit, seluruh karyawan sekitar 180 orang langsung di-rapid test pada 9 Juli dengan hasil 6 orang reaktif.

Dan pada 10 Juli, 6 karyawan itu langsung di tes swab, tetapi hingga hari ini hasilnya belum keluar. Atas dasar itu, 6 karyawan tersebut diminta isolasi mandiri.

“Justru enam karyawan reaktif ini bukan satu ruangan dengan dua karyawan kami yang meninggal dunia itu,” tegasnya.

“Untuk itu kami mengajukan lockdown ke pusat selama 15 hari mulai hari ini sampai 27 Juli. Semua aktivitas produksi off total,” tambah Akbar.

Atas keputusan itu, TVRI Jatim hanya akan merelay siaran-siaran dari nasional dan seluruh aktivitas produksi di TVRI Jatim berhenti total.

“Jadi total kurang lebih 180 an karyawan aktivitasnya berhenti total. Kecuali hanya ada dua petugas relay dengan cara bergantian dan protokol kesehatan. Begitu pula dengan satpam,” tegasnya. (dum/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.