Hampir Separuh Napi di Lapas Perempuan Gowa Positif Covid-19

Mungkin ini yang dikhawatirkan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sehingga mengeluarkan kebijakan asimilasi untuk narapidana (napi).

Ketika satu narapidana terinfeksi virus Corona, dikhawatirkan akan menular ke penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) akan tertular.

Hal itu terjadi Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Gowa, Sulsel. Di Lapas tersebut, hampir separuh penghuninya positif terinfeksi virus Corona (Covid-19).

Dikonfirmasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gowa, saat ini sebanyak 110 narapidana yang positif terjangkit covid-19. Itu diketahui setelah hasil uji swab kepada semua warga binaan keluar.

“Senin malam kemarin, keluar lagi hasil tes swab. 4 orang lagi positif sehingga totalnya kini menjadi 110 orang,” ujar Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gowa, dr Gaffar, Selasa (23/6).

Gaffar menjelaskan, total penghuni LP Sungguminasa bertotal 244 orang, dan seluruhnya telah di-swab.

Tujuh atau 14 hari ke depan, kata Gaffar yang juga Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gowa ini, pihaknya akan kembali menggelar tes swab.

Hal itu dilakukan untuk meyakinkan mata rantai penularan virus di lapas benar-benar telah berhasil diputuskan.

Saat ini, lanjut dr Gaffar, dirinya sementara berada di Lapas Perempuan untuk melaksanakan tes swab terhadap 30 orang pegawai Lapas.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, beredar informasi kalau ada satu orang pegawai positif yang diperkirakan jadi sumber penularan ke dalam Lapas di tengah ketatnya protokol kesehatan di sana. Tapi, menurut dia, kabar itu belum terkonfirmasi.

“Kami saat ini sementara selidiki alur masuknya barang ke Lapas, seperti apa SOP-nya. Jangan sampai pintu masuk virus itu dari barang-barang yang masuk,” jelasnya. (dra/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.