Penunjukkan Agen 46 BPNT di Tuban Beraroma Kolusi

Belum selesai polemik penggelapan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS), kini muncul dugaan kolusi atau permainan rekomendasi agen 46, penyalur Bahan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Tak ayal, mencuatnya dugaan permainan rekom agen 46 tersebut membuat sejumlah kalangan kecewa. Salah satunya, Suwandi (36) warga Desa Sugiharjo yang sempat mendaftarkan diri sebagai agen 46 untuk menyalurkan BPNT.

Suwandi mengaku kecewa lantaran dirinya tidak mendapatkan rekom dari pendamping TKSK Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban. Padahal, ia mengaku memiliki toko klontong yang menjadi syarat menjadi agen 46.

Kekecewaan Suwandi semakin menjadi-jadi, karena sejumlah warga yang tidak memiliki toko kelontong, dengan gampang mengajukan agen 46 di BNI.

“Ini jelas, ada permainan rekom yang di lakukan pendamping TKSK,” tandas Suwandi kepada Kabarindong.com, Rabu (8/7).

Dugaan adanya permainan rekom agen 46, juga diungkapkan beberapa agen di Kecamatan Tuban. Mereka menceritakan fakta di lapangan terkait perpanjangan rekom sebagai agen 46 penyaluran BPNT.

Salah satu agen yang enggan disebutkan namanya, menceritakan bahwa ada tekanan dari petugas di lapangan yang sering protes terkait sistem Penyaluran BPNT. Mereka diancam akan diputus sebagai agen.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu Pendamping PKH Kecamatan Kota Tuban, Heriyanto. “Iya, saya mendapatkan curhatan dari beberapa teman (Agen 46) terkait hal ini. Saya sebatas mendengarkan karena itu menjadi ranah pendamping TKSK,” ujar Heriyanto.

Menanggapi hal itu, Pendamping TKSK Kecamatan Kota Tuban, Andik Prasetyawan menyatakan, jika pendaftaran Suwandi sebagai Agen 46 masih belum memenuhi syarat.

“Untuk pendaftaran agen diperlukan beberapa syarat. Dan untuk pengajuan saudara Suwandi masih belum memenuhi syarat yang ditentukan sehingga rekom belum bisa dikeluarkan,” terang Andik melalui sambungan telepon. (dum/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.