PMII Tuban Kecam Tindakan Represif Polisi Dalam Aksi Demo di Pamekasan

Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di Pendopo Pemkab Pamekasan, Madura berujung ricuh. Sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan aparat kepolisian yang mengawal aksi unjuk rasa terkait galian C tersebut.

Merespon hal itu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban, Jawa Timur mengecam tindakan brutal aparat kepolisian. Pasalnya, sejumlah mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi itu kader PMII.

Menurut Ketua PC PMII Tuban, M Chanif Muayyad tindakan represif aparat saat mengawal aksi unjuk rasa sudah tidak jaman di era demokrasi. Sebaliknya, banyak aparat kepolisian yang melakukan pendekatan humanis saat mengawal massa yang menyampaikan aspirasinya.

“Kami (PMII Tuban) mengutuk keras tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum Polres Pamekasan saat mengawal demo kemarin. Teman-teman yang demo itu ingin menyampaikan aspirasi terkait maraknya Galian C yang tak berizin di wilayah Pamekasan dengan tujuan agar pemerintah segera menindak lanjuti karena sudah meresahkan,” ujar Chanif kepada Kabarindong.com (26/06).

Chanif menambahkan, bahwa kebebasan menyampaikan pendapat telah diatur dalam undang-undang No. 9 tahun 1998. Dengan demikian, polisi wajib memberi pengawalan dalam setiap aksi unjuk rasa. “Bukan malah bertindak brutal terhadap pendemo,” tukasnya.

Karena itu, Chanif menilai aparat kepolisian telah melanggar standar operasional dalam menangani demonstrasi. Aturan ini sudah jelas tertulis dalam peraturan Kapolri No.16 Tahun 2016 tentang pengendalian Masa dan juga peraturan Kapolri No.1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

PC PMII Tuban mendesak Kapolda Jawa Timur untuk mengusut tuntas tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap anggota PMII Pamekasan saat aksi kemaren.

“Ya, kita akan terus berkoordinasi dengan Pengurus Koordinator Cabang PMII (PKC.PMII) Jawa Timur dan mengawal ketegasan Polda Jatim dalam memberikan sanksi kepada oknum anggota Polres Pamekasan,” pungkasnya. (ari/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.