Polda Jatim Usut Aksi Hadang Ambulans Pembawa Jenazah Covid-19

Aksi penghadangan mobil ambulans yang membawa jenazah Covid-19 di Pamekasan, Madura, Jawa Timur tengah diusut polisi. Tidak tanggung-tanggung, Polda Jatim yang mengusut peristiwa tersebut.

Penyidik meminta keterangan dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirjo, Pamekasan. “Langkah awal adalah memeriksa petugas medis pengantar jenazah untuk dilakukan pemulasaran yang kemudian dihadang massa,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Surabaya, Rabu (17/6).

Setelah mendapat keterangan dari para saksi mata, kemudian penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pihak keluarga almarhum. Salah satunya, Jarena pihak keluarga yang turut mengawal jenazah dari rumah sakit untuk dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Menurut keterangan Jarena, pihak rumah sakit menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga di tengah jalan, karena ada penghadangan massa. “Jenazah diserahkan pihak rumah sakit ke keluarga di tengah jalan,” ujarnya.

Trunoyudo juga mengungkapkan, bukan hanya menghadang, massa juga sempat mengancam petugas medis. “Karena terkait dengan masalah KUHP atau tindak pidana umum dengan pemaksaan perbuatan tidak menyenangkan dengan cara ancaman yang akan kami lakukan proses terlebih dahulu,” katanya.

Sekadar diketahui, pada Jumat (12/6), massa menghadang mobil ambulans yang mengangkut jenazah pasien positif Coivid-19 asal Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Mereka meminta petugas medis dari RSUD dr Slamet Martodirjo agar menurunkan jenazah untuk dimandikan.

Tak hanya itu, massa juga meminta para petugas medis agar melepas Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan. Karena tidak bisa berkutik, petugas pun terpaksa memenuhi permintaan massa. Jika petugas medis tidak mengikuti permintaan, massa mengancam akan membakar mobil ambulans.

Sebagian warga ada yang membawa senjata tajam jenis celurit. “Tim kami tidak mau itu terjadi, sehingga mereka memilih menuruti apa yang menjadi kemauan massa,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dari RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan dr Syaiful Hidayat.

Saat tim medis mengantar jenazah warga yang positif Covid-19 itu, memang tidak dikawal oleh aparat keamanan karena diperkirakan tidak akan ada reaksi dari masyarakat. Selain itu, penguburan jenazah Covid-19 yang terjadi di Pamekasan selama ini berjalan tanpa penolakan. (sir/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.