Rencana Koalisi PKB-Golkar di Tuban Terancam Bubar

Rencana Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berkoalisi dengan Partai Golkar di Pilkada Tuban, Jawa Timur terancam berantakan. Itu karena, para kader Partai Golkar Tuban ramai-ramai menolak rencana koalisi tersebut.

Alasan kader Golkar di akar rumput menolak rencana koalisi tersebut, lantaran Adiya Halindra Faridzki yang notabene kader partai berlambang pohon beringin, dijadikan bakal calon Wakil Bupati.

Terjadi penolakan dari kader Golkar di akar rumput itu diungkapkan Ketua Fraksi Golkar Berbintang DPRD Kabupaten Tuban, Suratmin.

“Kader Golkar Tuban di bawah menolak kalau mas Lindra (Adiya Halindra Faridzki, red) hanya dijadikan bakal calon wakil bupati, seperti yang diwacanakan oleh pengurus PKB Jatim.” Ungkap anggota DPRD Tuban dari partai Golkar Dapil 1 ini.

Lebih lanjut Suratmin mengatakan, memang secara hitung-hitungan perolehan kursi PKB (16 Kursi) di atas Golkar (9 Kursi). Meski demikian, para kader Golkar di Tuban menginginkan Golkar mengusung kadernya sendiri menjadi orang nomor satu di Tuban.

Sementara terkait siapa yang didukung para kader Golkar Tuban, Suratmin mengklaim seluruh kader dan pengurus kompak mendukung ketua DPD Golkar Tuban, Aditya Halindra Faridzki untuk maju sebagai bakal calon Bupati Tuban di Pilkada 2020.

“DPRD, kader, simpatisan dan pengurus Golkar di Tuban kompak mendukung mas Lindra di Pilkada Tuban,” Klaim Suratmin.

Meski demikian, Suratmin menilai, tetap tidak menutup kemungkinan Golkar Tuban berkoalisi dengan PKB dalam pesta demokrasi nanti. Dengan syarat Lindra tetap di kursi bakal calon Bupati.

“Komunikasi dengan partai-partai lain sudah dilakukan Ketua DPD Golkar, kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur, Anik Maslachah mengaku partainya siap berkoalisi dengan Partai Golkar pada Pilkada Tuban.

Bahkan, PKB Jatim telah menyiapkan Khozanah Hidayati (DPR Provinsi Jatim) sebagai bakal calon bupati dan melirik Calon Wakil Bupati dari kader Golkar, Aditya Halindra Faridzki. Meski demikian, koalisi tersebut belum ada titik temu. (ari/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

  1. khusnul arief :

    sangat tepat apbl calon dari golkar mau dijadikan org nomor 2… kenapa ?… Tuban nanti tambah ngga maju, kemiskinanan terus meningkat seperti 10 tahun yg selama ini rakyat tuban sangat mengalami penderitaan, kemiskinan merosot sehingga tuban rangking 5 termiskin di jatim… aplg kalau track reccord calon bupati dari PKB yang dipasang adl bekas otak pelaku pembakaran / pembumi hangusan pendopo dan aset pemda tuban termasuk aset bupati terpilih 2006 yaitu Heny relawati yg nota bene ibu dari halindra…. masak golkar berkoalisi dg bromocorah2 dari PKB aplg utk Golkar dijadikan ban serep …

    1. khusnul arief :

      maksudku sangat tidak tepat ulangi sangat tidak tepat apbl calon dari golkar dijadikan orang nomor 2 …. kader golkar di tuban menolak… sekali lagi …menolak…