Virtual Wedding, Solusi Menikah Di Tengah Pandemi

Mewabahnya virus corona membuat masyarakat diharuskan untuk melakukan kegiatan di rumah, dan menghindari keramaian untuk menekan penyebaran virus corona. Dalam keadaan ini, teknologi sangat dibutuhkan untuk memperlancar semua kegiatan di rumah.

Masyarakat mulai memanfaatkan aplikasi untuk melakukan pertemuan secara virtual, seperti rapat maupun berbincang dengan banyak orang. Tak hanya untuk rapat, pertemuan virtual ini juga dimanfaatkan oleh pebisnis, salah satunya bisnis pernikahan.

GM Production Indonesia, salah satu event organizer (EO) di Yogyakarta yang menginisiasi sebuah konsep di mana calon pengantin tetap bisa melakukan resepsi, namun tetap mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah. Yakni, dengan konsep virtual wedding.

Sales Director GM Production Indonesia Yurry Apreto mengatakan, konsep ini mampu membangkitkan bisnis pernikahan yang sempat terpuruk saat virus corona mewabah. seperti diketahui, banyak calon pengantin yang memutuskan untuk menunda hingga membatalkan acara resepsi pernikahan, untuk mencegah penyebaran virus corona. Akibatnya, bisnis pernikahan menjadi rugi hingga tidak ada pemasukan.

“Ini kan gerakan moral. Ketika kita viral dan langsung booming ada banyak WO (Wedding Organizer) yang menanyakan soal virtual wedding. Kalau semua bergerak roda ekonomi juga bisa muter. Kita kan sebenarnya untuk menggerakkan ekonomi dari industri wedding, ada catering. Kalau dari catering jalan lagi, tukang di pasar jalan, peternak jalan. Kalau dari bisnis dekorasi jalan, tukang bunga bisa jalan lagi,” kata Yurry kepada wartawan (19/6).

Dia menjelaskan, melalui virtual wedding, calon pengantin bisa tetap mengundang banyak tamu dan bisa berinteraksi secara langsung, dan tentunya tetap mencegah penularan virus corona. Seperti diketahui, jumlah tamu yang boleh hadir dalam pesta pernikahan dibatasi.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi, jumlah peserta yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang. Namun, dengan virtual wedding, calon pengantin bisa mengundang hingga ribuan tamu.

“Virtual wedding ini sakralnya dapat, kedua syiarnya juga dapat. Bisa dapat silatutahmi. Kalau yang digelar di hotel kan tamunya cuma 30. Jadi virtual wedding bisa melengkapi intimate wedding yang udah digelar teman-teman WO saat ini. Jadi ini tidak bertentangan dengan mereka, cuma konsepnya yang berbeda. Karena dengan virtual wedding kita bisa undang ribuan tamu, tinggal kirim link saja,” imbuhnya. (ari/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.