Warning Agen BPNT Nakal, BNI: Kami Akan Bertindak Tegas

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendapat amanah dari pemerintah mendukung penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sebab itu, pihak BNI geram ketika dapat kabar ada agen atau supplier bahan pangan BPNT nakal.

Seperti dalam penyaluran BPNT di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ya, penyaluran BPNT di Bumi Wali-julukan Kabupaten Tuban-terjadi polemik. Kelompok Penerima Manfaat (KPM) merasa dirugikan karena harga dan kualitas bahan pangan tidak seperti yang diharapkan.

Harga bahan pangan (beras, telur, dan daging) disinyalir lebih tinggi dari harga di pasaran. Selain itu, ditemukan di beberapa agen atau warung elektronik (E-Warong) beras yang dijual kualitasnya sangat buruk.

Karena hal itu, pihak BNI Cabang Tuban meminta kepada pengelola agen atau E-Warong untuk memenuhi bahan pangan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Bahkan, jika terbukti ada e-warong yang curang dengan memberikan paket bahan pokok tidak berkualitas, pihak BNI tidak segan-segan mencoret agen penyalur BPNT dan akan diganti dengan E-Warong yang baru.

“Tentu ini menjadi catatan kami. Jika ada agen nakal dan benar-benar terbukti, kami akan memutus sebagai agen dan mengganti dengan yang lain. Kami kira masih banyak agen yang siap,” tandas Eri Prihartono, Pemimpin BNI Cabang Tuban, Sabtu, (13/6).

“Sejauh ini belum ada laporan secara tertulis (agen penyalur BPNT nakal, red) dan belum ada bukti terkait pelanggaran seperti itu. Jika terbukti akan kita tindak tegas,” sambungnya.

Sekadar diketahui, kuota BPNT yang diterima di Kabupaten Tuban sebanyak 104 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan itu disalurkan melalui rekening BNI atau kartu sembako dengan nilai bantuan yang diterima sebesar Rp 200 ribu per bulan.

Dengan bantuan uang tersebut, penerima manfaat bisa belanja kebutuhan bahan pokok ke e-warong atau agen yang telah ditunjuk. Dengan paket yang telah ditentukan yakni berupa beras 15 kg, telur, daging ayam, tahu dan tempe. (ari/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.