Anggaran Influencer Rp 5 Miliar Mencuat, Edy Mundur

KABARINDONG – Dibully memang menyakitkan. Mungkin itu yang dirasakan Edy Junaedi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Ya, Edy dibully netizen gara-gara anggaran Rp 5 miliar untuk influencer.

Edy sepertinya tidak kuat menghadapi bullying warganet. Buktinya, ia menyatakan mundur dari jabatannya per tanggal 31 Oktober malam. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir.”Ya, “Per tanggal 31 semalam dia mengundurkan diri,” ujarnya, Jumat (1/11).

Lebih lanjut Chaidir menuturkan, bahwa Edy mengundurkan diri atas permintaan sendiri alias tidak ada yang menekannya. Yang pasti, pengunduran diri Edy dilakukan setelah heboh anggaran Rp 5 miliar untuk influencer.

Namun Chaidir membantah pengunduran diri Edy berkaitan dengan kasus anggaran Rp 5 miliar untuk membayar influencer dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

“Tidaklah. Tidak ada kaitan ke situ (anggaran influencer). Dia mau mengundurkan diri saja, mengundurkan diri atas permintaan sendiri,” kata Chaidir. Setelah melepas jabatan sebagai Kepala Dinas Pariwisata, lanjut Chaidir, Edy ingin menjadi staf Dinas Pariwisata di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Dia ingin ke sana minatnya, ingin jadi staf anjungan Taman Mini,” ucap Chaidir.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.