Kapolri Langsung Diberhentikan Jokowi

KABARINDONG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian. Pemberhentian Tito terungkap dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa (22/10). Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan bahwa pimpinan DPR telah menerima surat dari Jokowi berisi permintaan persetujuan untuk pemberhentian Tito sebagai Kapolri.

“Izinkan kami menyampaikan kepada sidang Dewan yang terhormat bahwa pimpinan Dewan telah menerima empat buah surat Presiden RI, yaitu satu, nomor R48 tanggal 9 Oktober 2019. Hal: permohonan pertimbangan atas pencalonan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh negara sahabat untuk Republik Indonesia,” kata Puan sebelum membacakan surat pemberhentian Tito.

“Dan dua, nomor R49 tanggal 16 Oktober 2019. Hal: permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Setelah itu, Puan membacakan surat Presiden yang meminta persetujuan pemberhentian Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tito diketahui telah dipanggil ke Istana untuk mengisi posisi menteri di kabinet Jokowi pada Senin (21/10) kemarin. “Tiga, nomor R51 tanggal 21 Oktober 2019. Hal: permintaan persetujuan pemberhentian Kapolri,” kata Puan.

“Dan empat, nomor R52 tanggal 21 Oktober 2019. Hal: calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi pada masa jabatan tahun 2019-2023,” tambahnya. Puan mengatakan surat itu akan dibahas sesuai dengan mekanisme yang berlaku di DPR. “Untuk surat tersebut sesuai dengan Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib, akan dibahas lebih lanjut sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” pungkasnya.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.