Brigjen Pol Presetjo Dicopot dan Ditahan di Sel Khusus

Terkait Pemberian Surat Jalan buat Buronan Hak Tagih Bank Bali

Pihak Mabes Polri meyakini bahwa Brigjen Pol Prasetjo Utomo telah membuatkan surat jalan untuk buron hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Sebab itu, Prasetjo harus menerima konsekwensinya yaitu dicopot dari jabatannya sebagai Karokorwas PPNS Bareskrim Polri dan ditahan sementara di Mabes Polri.

“Ya, mulai hari ini, dia (Prasetjo Utomo) kami tempatkan di tempat khusus selama 14 hari. Jadi ada tempat Provost untuk anggota dan sudah disiapkan mulai malam hari ini,” ujar Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (15/7) malam.

“Kalau di dalam pemeriksaan itu ada ditempatkan di tempat khusus. Ditahan lah di sana 14 hari,” sambung Argo.

Argo mengatakan penyidik dari Divpropam Polri juga tak akan berhenti begitu saja. Ia pun meyakini mereka akan mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak lain. “Kalau memang ada nanti akan kami proses,” katanya.

Sebelumnya, Argo mengatakan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengirim telegram yang isinya untuk mencopot Prasetjo Utomo dari jabatannya.

Keberadaan surat jalan bagi Djoko Tjandra yang janggal itu sebelumnya dilaporkan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman yang kemudian menyerahkan bukti salinannya ke Komisi III DPR.

Untuk diketahui, Djoko Tjandra merupakan buron kelas kakap. yang menjeratnya pada 1997. Ia menjadi buron sejak 2009 dan diduga menetap di Papua Nugini.

Pemberitahuan sebagai daftar pencarian orang (DPO) internasional lewat red notice Djoko Tjandra di Interpol pun ternyata telah dihapus sejak 2014.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.