Ditahan KPK, Anak Buah Amien Rais Bilang Ada Rekayasa

Kabarindong – Satu kursi pimpinan DPR RI dipastikan lowong. Itu setelah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk menahan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, Jumat (2/11).

Taufik Kurniawan harus berurusan dengan komisi antirasuah karena diduga terlibat dalam kasus suap DAK fisik pada perubahan APBN TA 2016 untuk alokasi APBD-P Kabupaten Kebumen TA 2016.

Sebelumnya, Taufik dua kali manglkir dari panggilan penyidik KPK. Setelah memenuhi panggilan, KPK pun langsung menahan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut. ”TK (Taufik Kurniawan, red) ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di kantor KPK Kav. C-1,” kata ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (2/11).

Saat digelandang menuju rutan, Taufik sempat mengutarakan ada rekayasa. Menurut Taufik, secanggih-canggihnya rekayasa manusia, rekayasa milik Allah paling sempurna.
Sayangnya, Taufik enggan menjelaskan apakah rekayasa terkait kasus yang menjerat dirinya. ”Itu dicerna sendiri,” kata Taufik.

Sekadar diketahui, KPK akhirnya mengumumkan status tersangka Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan dalam kasus korupsi terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada perubahan APBN. Penyidikan terhadap Taufik dilakukan setelah didapatkan bukti permulaan yang cukup setelah proses Penyelidikan dilakukan sejak Agustus 2018.

Dalam proses penyelidikan tersebut, Taufik Kurniawan telah dimintakan keterangan pada tanggal 5 September 2018 di gedung KPK. Untuk kepentingan Penyidikan, dilakukan pelarangan ke luar negeri (pencegahan) terhadap Taufik selama 6 bulan ke depan terhitung mulai Jumat, 26 Oktober 2018.

Taufik Kurniawan diduga menerima sebesar Rp. 3, 65 miliar dari Bupati Kebumen Muhamad Yahya Fuad terkait pengesahan APBN Perubahan Tahun 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan Rp 93,37 Miliar yang direncanakan digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di Kebumen. (ziz)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.