Maaher Ditangkap Polisi, FPI Siap Beri Bantuan Hukum

Penangkapan Soni Ernata alias Maaher At-Thuwailibi diringkus polisi di kediamanan, Kamis (3/12). Maaher diamankan atas dugaan kasus ujaran kebencian di media sosial.

Penangkapan Maaher diapresiasi oleh sejumlah kalangan. Pasalnya, penceramah tersebut kerap melontarkan kata-kata provokasi. Terakhir ia menyebut artis Nikita Mirzani sebagai lonte.

Meski demikian, Front Pembela Islam (FPI) berusaha memberikan pembelaan. Menurut Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar penangkapan itu tidak adil mengingat banyak pegiat medsos seperti Denny Siregar, Abu Janda dan Ade Armando tidak ditangkap.

“Kasus ujaran kebenciannya Denny Siregar, Ade Armando, Abu Janda kan banyak tuh. Itu mohon segera ditindak oleh bapak-bapak penegak hukum,” kata Aziz seperti dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (3/12).

Aziz berharap agar kepolisian bisa berlaku adil kepada sesama warga negara di hadapan hukum. Terlebih, kata dia, polisi harusnya bisa menangkap pihak Denny Siregar cs tersebut yang sudah jelas kerap mengutarakan ujaran kebencian.

Sebelumnya, pentolan FPI Rizieq Shihab pernah mengeluhkan bahwa kasus penistaan agama dan ulama yang dilaporkan oleh masyarakat terhadap Denny Siregar cs itu tak diproses aparat hukum.

“Kalau saya menanggapi itu bagian dari penegakan hukum dan saya mohon pihak kepolisian menindak juga dengan adil. Itu aja,” kata Aziz.

Aziz membeberkan tim hukum FPI terbuka untuk membantu proses hukum Maaher di Mabes Polri. Meski demikian, tergantung dari pihak Maaher apakah membutuhkan bantuan hukum dari FPI atau tidak.

“Kita bantu siapa saja yang membutuhkan yang ingin menerima bantuan,” kata Aziz. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.