Pegawai GraPARI Surabaya Diancam 10 Tahun Penjara

Bocorkan Data Pribadi Denny Siregar

Pegiat media sosial Denny Siregar meradang lantaran data pribadinya dibocorkan oleh operator Telkomsel. Denny pun meminta pelaku yang membocorkan data pribadinya ditindak.

Tak butuh waktu lama, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil meringkus seorang pria berinisial FPH yang diduga telah meretas data pribadi Denny Siregar.

Menurut Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol, terduga merupakan karyawan outsourcing GraPARI di Rungkut, Surabaya yang tidak memiliki akses terhadap data tersebut.

“Tanpa ada otorisasi jadi melakukan pembukaan file atas nama dan dari file yang dibuka itu dia mendapat dua data,” kata Reinhard dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10/7).

Tersangka bekerja di perusahaan itu sebagai customer service. Kemudian, data-data tersebut difoto dalam tangkapan layar untuk dikirimkan ke akun twitter @Opposite6891 melalui pesan pribadi (direct message).

Lebih lanjut dijelaskan, pengambilan gambar itu diyakini oleh penyidik dilakukan lantaran data-data dalam sistem operator tersebut tidak dapat di-copy-paste. “Setelah pemilik twitter mendapatkan hasil tangkapan layar, dia lantas mengetik kembali data-data tersebut untuk kemudian disebarluaskan,” tuturnya.

“Jadi ini bukan hasil capture yang asli tapi diketik kembali oleh pemilik Twitter dan disebarkan, Nah itulah yang menjadi evidence buat kami,” tambahnya.

Reinhard mengungkapkan, motif tersangka melakukan pembobolan data pribadi tersebut diduga karena sempat di-bully oleh pengikut Denny Siregar di dunia maya.

Meski demikian, Reinhard mengatakan masih melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan pemilik akun twitter yang turut menyebarluaskan data itu.

Dia terancam pidana paling lama 10 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp10 miliar.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.