Alissa Wahid Angkat Bicara Terkait Polisi Proses Guyonan Gusdur

Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid angkat bicara terkait kasus yang menimpa Ismail Ahmad, warga Sula, Maluku Utara. Putri Presiden RI ke-4 (alm) KH Abdurrahman Wahid itu geram dengan tindakan polisi yang sempat melakukan pemeriksaan terhadap Ismail Ahmad.

Pernyataan itu disampaikan Alissa Wahid melalui utas di akun Twitter @GUSDURians, yang dikutip Kabarindong.com, Kamis (18/6).

Dalam keterangan tertulisnya Alissa menyatakan meski kasus Ismail tersebut tidak diproses karena yang bersangkutan meminta maaf, tetapi pemeriksaan terhadap Ismail oleh Polres Sula adalah bentuk intimidasi institusi negara terhadap warganya.

“Hal ini menambah catatan upaya penggunaan UU ITE sebagai instrumen untuk membungkam kebebasan berpikir dan berpendapat di Indonesia,” tulis Alissa dalam keterangan yang dibuat pada Rabu (17/6) itu.

Berikut Pernyataan Sikap Gusdurian:

Pertama, mengapresiasi Ismail Ahmad yang menggunakan hak konstitusionalnya sebagai warga negara dengan cara mengekspresikan dan menyatakan pendapatnya melalui platform media sosial.

Kedua, meminta aparat penegak hukum untuk tidak mengintimidasi warga negara yang mengekspresikan dan menyatakan pendapat melalui media apa pun.

Kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat adalah hak konstitusional yang wajib dilindungi oleh aparat penegak hukum. Penggunaan Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tidaklah tepat karena pasal pencemaran (nama) baik hanya berlaku untuk subjek perseorangan, bukan terkait dengan lembaga apalagi pemerintah.

Ketiga, meminta lembaga legislatif untuk mengevaluasi, merevisi, dan/atau bahkan menghapus UU ITE yang sering disalahgunakan untuk membungkam kebebasan berpendapat dan berekspresi di Indonesia.

Keempat, mengajak kepada seluruh GUSDURian dan masyarakat Indonesia untuk terus mendukung iklim demokrasi yang sehat, salah satunya dengan terus membuka ruang kritik yang membangun tanpa merasa terancam. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.