Ini Pesan Wapres Untuk 903 Mahasiswa Lulusan UT

Prosesi wisuda ratusan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Periode II tahun akademik 2019/2020, Selasa (21/7) terasa istimewa. Itu karena, Wapres Ma’ruf Amin turut memberikan ucapan selamat dan memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang purna.

Sebanyak 903 mahasiswa UT dari lulusan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), serta lulusan Program Magister. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini prosesi wisuda dilaksanakan secara dalam jaringan (daring).

Dalam sambutannya, Wapres Kiai Ma’ruf meminta para wisudawan bisa menjadi agen perubahan di masyarakat. Dia juga menyebutkan para wisudawan adalah kelompok elite dalam struktur masyarakat Indonesia.

“Jumlah penduduk yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi masih sangat terbatas,” kata wapres.

Lebih lanjut Wapres mengatakan, dari 126,57 juta penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja, berdasarkan data survei angkatan kerja nasional (Sakernas) BPS Agustus 2019, hanya sekitar 12,27 juta atau 9,7 persen yang berkesempatan menikmati pendidikan tinggi dan merupakan lulusan universitas.

Dengan begitu, lanjut Wapres, pemerintah menghadapi tantangan besar dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi prioritas (pemerintah). Padahal, SDM unggul adalah kunci memenangkan persaingan global.

“Pengembangan SDM unggul dimulai dari lingkungan pendidikan, termasuk UT. Dalam mengembangkan SDM unggul tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran teoritis tetapi juga mampu menangkap berbagai dinamika masyarakat, dan menjadi katalisator peningkatan kapasitas masyarakat,” paparnya.

Salah satu kriteria SDM unggul adalah tingkat produktivitas. Sayangnya kata Ma’ruf untuk produktivitas khususnya tenaga kerja, Indonesia bukan terbaik di ASEAN. Berdasarkan data Asian Productivity Organization (APO) yang diterbitkan pada 2019 posisi produktivitas per pekerja di indonesia berada di peringat ke-5 dari 10 negara ASEAN.

Produktivitas per pekerja indonesia berkisar USD26 ribu atau hanya seperlima dari Singapura yang berada di peringkat pertama dengan produktivitas per pekerja USD142.300.

“Kita juga masih terpaut jauh dari Malaysia dengan produktivitas per pekerja yaitu USD 60 ribu. Dari data di atas kita harus mengakui bahwa upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM agar bisa berkompetisi secara global harus terus dipacu. Lembaga pendidikan termasuk UT turut memikul tanggung jawab besar untuk upaya tersebut,” tuturnya.

Dia berharap dengan adanya UT yang menjadi pioner pendidikan jarak jauh (PJJ) bisa mendorong angka partisipasi kasar (APK) yang masih di bawah 40 persen. UT selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

“Harus diakui untuk belajar secara daring, UT merupakan leader di indonesia. Jauh sebelum perguruan tinggi lainnya menyelenggarakan PJJ secara daring, UT sudah melakukannya. Selain biaya terjangkau dan mudah diakses siapapun, kualitasnya pun terjamin.

Meski demikian saya mengharapkan UT dapat terus melakukan upaya penyempurnaan kualitas pendidikan. Selain penyempuraan kualitas pendidikan yang berbentuk hard skill juga soft skill,” bebernya.

Wapres juga mengharapkan UT secara kreatif dapat menyisipkan bahan ajaran untuk memantapkan kesadaran dan pemahaman Pancasila sebagai ideologi bagi masyarakat Indonesia. Dengan kokohnya ideologi p6ancasila, dapat memperkuat identitas kebangsaan kita. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.