Keramahan Pramono Edhie, Ujang: Kami Sering Diajak Ngobrol Sama Pak Jenderal

Sejumlah kalangan merasa kehilangan atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo. Wajar, karena di masa hidupnya, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut baik dan bersikap ramah.

Tak hanya kepada keluarga, teman di korp TNI, pengurus dan kader Partai Demokrat saja, sikap ramah juga dirasakan Ujang Saepudin (35), penjaga vila mendian Pramono Edhie yang di Kampung Babakan Hillir, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Selama dua tahun bekerja sebagai penjaga vila mendiang, Ujang diperlakukan sangat baik. Bahkan, kata Ujang, almarhum kerap mengajak ngobrol para pekerja di vila yang berdiri di atas lahan seluas 4 hektare itu.

“Tidak ada batasan. Almarhum banyak bergaul dengan pekerja dan tidak sungkan bertanya pada kami. Orangnya sangat ramah dan kami tidak sungkan ketika diminta duduk bersama mendampingi almarhum yang sangat tertarik membudidayakan bunga hias,” ungkap Ujang kepada wartawan, Minggu (14/6).

Karenanya, Ujang merasa kehilangan sosok majikannya tersebut. Apalagi, sebelum meninggal dunia, Ujang sempat menemani Pramono Edhie melihat tanaman bunga krisan yang akan dipamen dalam waktu dekat.

Menurut Ujang, sebelum dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia, jenderal bintang empat itu datang bersama keluarga untuk berlibur dan mengecek bunga krisan yang ditanam beberapa bulan yang lalu.

Bunga yang disemai di lahan seluas dua hektare itu rencananya akan dipanen pekan depan. Almarhum meminta pada pekerja untuk memanen bersama dirinya yang rencananya akan datang tanggal 26 Juni 2020.

Beberapa jam berselang, kata Ujang, majikannya mengeluhkan rasa sakit. “Tidak lama setelah Keluarga langsung membawa pak jenderal ke rumah sakit. Saya juga terkejut karena saat datang hingga sore menjelang kondisi kesehatan beliau tidak terlihat seperti sedang sakit,” katanya.

Ia baru mengetahui majikan tempatnya mengabdi sejak dua tahun terakhir meninggal menjelang malam. Bahkan dia sempat tidak yakin karena selama berkeliling kebun sejak pagi hingga siang menjelang kondisi mantan Danjen Kopassus itu terlihat sangat segar bugar dan fit.

Ucapan Pramono Edhie untuk memanen bersama bunga krisan pekan depan, seakan menyakinkan Ujang kalau majikannya masih hidup. Namun dia baru yakin setelah mendapat telepon dari pihak keluarga kalau jenazah almarhum langsung dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan. (Antara/Kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.