Polisi Ungkap Sindikat Pengedar Uang Asing Palsu Senilai Rp 41 Miliar

Punya uang asing? Sebaiknya dicek keasliannya. Pasalnya, Polrestro Depok, Jawa Barat berhasil mengungkap sindikat pengedar uang asing palsu. Tidak tanggung-tanggung, jika konversi ke mata uang Indonesia, nilainya sekitar Rp 41 miliar.

Adalah Tim Jaguar Polrestro Depok yang berhasil mengungkap sindikat pengedar uang asing palsu itu. Tim Jaguar mengamankan para pelaku dan barang bukti saat hendak mendistribusikan uang asing palsu pada orang lain.

Uang asing palsu yang berhasil diamankan, sebanyak 128 lembar uang palsu pecahan 100 dollar, tiga lak uang polimer pecahan 10.000 dollar Brunei, 71 lembar uang pecahan euro.

Kemudian diamankan juga satu lembar uang hybrid transparan pecahan 10.000 dollar Brunei, dua lembar uang hybrid biasa pecahan 10.000 dolar Brunei, dan tiga lembar kunci master berbentuk uang pecahan 100 USD.

“Total lebih dari Rp 41 miliar bila dirupiahkan dan mengikuti kurs saat ini,” kata Kapolrestro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Kamis (18/6).

Menurut Azis, ratusan uang asing palsu itu diamankan dari tiga orang pelaku, yakni MA (36), IMA (37), dan AGN (46). Mereka diamankan Tim Jaguar ketika sedang melakukan patroli di Jalan Putri Tunggal, Harjamukti, Cimanggis, pada Selasa (16/6) dini hari.

“Saat itu gelagat MA terlihat mencurigakan. Tim Jaguar pun memeriksa tas yang dibawa MA lalu mendapati pisau kecil dari tangan pelaku, dan mata uang asing dalam jumlah yang cukup banyak,” ungkapnya.

Awalnya, Tim Jaguar tidak curiga kalau pelaku MA membawa uang asing palsu. Karena saat diperiksa isi tas hanya ditemukan senjata tajam. “Setelah digeledah lagi ditemukan uang asing dalam jumlah besar. Setelah didalami ternyata uang asing itu palsu,” bebernya.

Dari situlah Tim Jaguar melakuka pendalaman. MA mengaku uang itu didapat dari temannya. Tim Jaguar lalu mengejar teman yang dimaksud dan diamankan dua pelaku lainnya. “Pelaku mengaku mendapat uang tersebut dari seseorang dan kemudian dikembangkan hingga kami berhasil meringkus dua pelaku lainnya,” ucapnya.

Kini ketiga pelaku dijebloskan di penjara demi kepentingan penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 245 KUHP tentang peredaran uang palsu, dengan ancaman kurungan penjara lima tahun. (fim/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.