Shift Karyawan 2 Jam Sekali Tak Maksimal, Anies: Sekarang Jadi 3 Jam

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan telah memberlakukan shift jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai swasta. Namun, sistem tersebut tak mampu mengurai kerumunan masyarakat.

Karenanya, orang nomor satu di Ibu Kota itu merevisi ketentuan shift buat para ASN dan pegawai swasta yang sebelumnya minimal 2 jam, menjadi 3 jam.

“Jam kerja baik ASN maupun swasta itu sudah dibuatkan jeda dalam aturannya minimal 2 jam. Nah, sekarang kita sepakati 3 jam. Selisih shift satu dengan shift dua adalah 3 jam,” ujarnya saat memantau kondisi penumpang KRL di Stasiun Bogor, Senin (15/6).

Terkait pengaturan shift jam kerja yang diberlakukan Pemprov DKI tujuannya untuk mengurai kepadatan penumpang di stasiun-stasiun menuju Jakarta.

“Tujuannya mengurangi kepadatan. Ini semua dikerjakan bukan semata-mata memenuhi peraturan, tapi untuk keselamatan pekerja,” katanya.

Memang dalam sepakan kemarin, terjadi kepadatan penumpang di sejumlah stasiun Kereta Rel Listri (KRL). Bahkan, antrean calon penumpang cukup panjang.

Menurut Anies, DKI turut mengerahkan 50 bus sekolah untuk penumpang KRL di Stasiun Bogor, Cilebut, dan Bojonggede. “Semula akan ke Bogor, tapi kemudian diatur kembali agar bisa membawa dari beberapa stasiun,” ucapnya.

“Bagi warga ketika sampai di Jakarta akan selalu diimbau mengikuti protokol kesehatan, menggunakan masker, cuci tangan, dan selalu kapasitas 50 persen,” tambahnya. (yab/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.