Diangkatnya Fajrin Jadi Direktur Telkom Diklaim Eksperimen Erick Tohir Benahi BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir turut buka suara atas diangkatnya Co-Founder dan Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid sebagai direktur PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom. Erick mengatakan Telkom harus melakukan perubahan pada strategi bisnis terutama setelah pandemi COVID-19.

“Seperti yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, Telkom harus mengubah dan memperkuat strategi bisnisnya terutama di era pasca COVID-19 terutama dalam memperkuat bisnis Telkom,” katanya kepada media, Jumat (Erick menilai Fajrin merupakan sosok anak muda yang teruji dan sosok yang cocok untuk mengembangkan bisnis digital.

Erick menilai Fajrin merupakan figur anak muda yang sudah teruji kiprah dan karyanya di bisnis digital. Dengan rekam jejak dan pengalaman meski masih berusia muda, Fajrin adalah figur yang tepat untuk memimpin pengembangan bisnis digital Telkom,” ujarnya.

Menurut Erick tantangan ke depan akan semakin besar. Dia menegaskan bahwa yang tidak memenuhi targetnya harus siap dicopot.

“Dengan tantangan yang semakin besar, semua jajaran direksi Telkom yang baru memiliki KPI yang terukur. Saya sudah sampaikan pada mereka bahwa harus siap dicopot bila tidak memenuhi target-targetnya,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Deputi SDM Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni ditunjuknya milenial sebagai direktur BUMN merupakan bagian dari eksperimen untuk menyukseskan perusahaan negara.

Hal itu disampaikan Alex terkait penunjukan Co-Founder dan Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid sebagai direktur PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom yang cukup mengagetkan banyak pihak.

“Itu bagian dari eksperimen. Mudah-mudahan kalau itu sukses kita replicate untuk melakukan akselerasi ke depannya,” kata Alex dalam Webinar yang diselenggarakan di saluran YouTube Kementerian PANRB, Senin (22/6/2020).

Alex menjelaskan salah satu kunci sukses di BUMN adalah diberikannya Sufficient Trust & Support untuk melakukan terobosan, eksperimen, kreativitas dan inovasi yang tentunya dengan mitigasi dan pengendalian risiko yang baik.

“Karena kalau kita lakukan dengan cara yang biasa hasilnya akan biasa dan kita tidak akan mungkin mengejar ketertinggalan kita,” sebutnya.
“Karena itu kami di Kementerian BUMN minta izin kepada Pak Menteri, ‘Pak izin eksperimen kecil-kecilan’ ya termasuk nanti menaruh milenial jadi direktur di BUMN,” lanjut Alex.

Erick Thohir sendiri diketahui sejak akhir 2019 sudah menyampaikan bahwa anak muda atau generasi milenial diharapkan bisa menjadi pemimpin di perusahaan milik negara. (ndra/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.