Nilai Kenaikan Tarif Tak Masuk Akal, YLKI Minta PLN Diaudit

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai melonjaknya tagihan listrik PLN tak masuk akal. Sebelumnya, masyarakat banyak mengeluhkan lonjakan tagihan listrik mereka.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi, harus dilakukan audit oleh pihak terkait soal lonjakan tagihan listrik tersebut. Sebab, kenaikan tagihannya ada yang mencapai 300 persen.

“Kalau melonjaknya masih 50 persen bahkan 100 persen, itu masih bisa diterima dengan akal sehat karena mungkin pencatat meter 3 bulan itu bisa seperti itu,” kata Tulus saat diskusi secara virtual, Jumat (19/6).

“Tapi kalau melonjaknya sampai 300 persen, formulasi apa pun tidak ketemu, tidak masuk akal. Ini yang saya kira harus ada audit menyeluruh terhadap tagihan-tagihan yang memang tidak masuk akal,” tambahnya.

Tulus menegaskan tagihan listrik harus sesuai dengan yang digunakan pelanggan. Dia meminta PLN benar-benar dalam menjalankan tugas dengan tetap memperhatikan para pelanggan.

“Ibarat jual beli, kita beli 1 kg jeruk harus ditimbang apakah sesuai atau tidak. Karena PLN saat ini dengan pemakaian listrik itu pasrah bongkok-an. Kita bayar listrik saja, tapi tak pernah menghitung berapa jumlah kwh yang kita gunakan setiap hari atau setiap bulannya, apakah tepat atau tidak,” ujarnya.

Tulus juga menyoroti penggunaan pembayaran pasca dan prabayar. Dia merasa saat ini masyarakat sudah banyak yang ingin menggunakan prabayar.
Meski tidak menutup kemungkinan pascabayar tetap menjadi pilihan karena masyarakat bisa menggunakan terlebih dahulu, setelah itu baru bayar tagihan listrik.

“Kita capek-capek ikut mendorong agar prabayar menjadi pilihan, tapi PLN balik arah kembali ke kwh meter pascabayar. Memang tidak ada paksaan tapi konsumen direkomendasikan kalau mau agar pindah ke pascabayar,” katanya (man/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.