Sofyan Basir Dinonaktifkan dari Posisi Direktur Utama

Kabarindong – Demi menjaga operasional perusahaan tidak terganggu, Sofyan Basir dinonaktifkan dari posisi direktur utama (dirut) oleh Dewan Komisaris PLN. Untuk sementara, dewan komisaris menunjuk Muhammad Ali, Direktur Human Capital Management, sebagai pelaksana tugas dirut PLN.

Demikian disampaikan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Imam Apriyanto Putra kepada CNBC Indonesia, Kamis (25/4/2019).

Pada Selasa (23/4/2019), Komisi Pemberantasan Korupsi secara resmi menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka

Sofyan Basir tersangka kasus dugaan suap yang terjadi di proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1 dengan investasi US$ 900 juta.

“Saya baru mendengar bahwa siang tadi (Rabu) Dewan Komisaris telah bergerak cepat, Sofyan Basir dinonaktifkan dari posisi direktur utama, dengan pertimbangan kegiatan operasional perusahaan tidak boleh terganggu.

Hal ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang kelistrikan, telah membuat keputusan untuk menonaktifkan Pak SB,” ujar Imam Apriyanto.

“Sesuai anggaran dasar, RUPS mempunyai waktu 30 hari untuk melakukan proses pergantiannya, dan untuk sementara mengangkat Plt Pak Muhammad Ali,” tambahnya.

Imam menekankan Kementerian BUMN tetap menghormati proses hukum yang tengah dihadapi Sofyan Basir.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.