Jerinx Akan Dijemput Paksa Bila Kembali Mangkir

Polda Bali meminta musisi Superman Is Dead, Jerinx memenuhi pemeriksaan, pada Kamis (6/8) besok. Jika kembali mangkir, Polda Bali akan melakukan penjemputan paksa terhadap drumer Superman Is Dead tersebut.

Hal itu ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho. Menurut Yuliar, pihaknya telah mengirim surat panggilan kedua kepada Jerinx.

“Kalau tidak datang, ya kami keluarkan surat perintah membawa saksi. Kami akan jemput paksa. Surat panggilan kedua sudah kami kirim Senin kemarin,” tandas Yuliar, Rabu (5/8).

Lebih lanjut Yuliar menjelaskan, pemanggilan Jerinx harus dilakukan sebagai bentuk standar operasional prosedur (SOP) kepolisian dalam pengusutan suatu perkara. Termasuk penjemputan paksa merupakan bagian dari SOP.

Sekadar diketahui, Jerinx akan diminta keterangannya terkait unggahan di akun media sosial Instragram @jrxsid ihwal sebutan ‘Kacung’ WHO sehingga membuat IDI Bali meradang.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa saksi-saksi, dokter bahkan sampai meminta keterangan sejumlah ahli. Yuliar mengatakan dari keterangan ahli bahasa, unggahan Jerinx disebut mengarah ke ujaran kebencian.

Oleh karena itu, sambung Yuliar, permintaan keterangan dari Jerinx pun diperlukan petugas untuk mengetahui secara jelas apa sebetulnya maksud dari unggahan pemilik nama lengkap I Gede Ari Astina tersebut.

“Tetap kami pakai asas praduga tak bersalah karena belum tentu juga Jerinx salah. Kami sudah minta keterangan saksi, keterangan dokter dan ahli bahasa. Hanya Jerinx saja yang belum,” kata Yuliar.

“Dan itu sudah sesuai dengan SOP serta undang-undang juga diatur. Pemanggilan Jerinx harus dilakukan. Memang Jerinx harus menjelaskan, sebagai warga negara kan begitu. Jika tidak datang, maka kami surati lagi sekaligus kami jemput paksa,” sambungnya.

Sebelumnya, Polda Bali telah memanggil Jerinx terkait laporan IDI Bali. Namun, yang bersangkutan tidak bisa hadir dengan dalih berhalangan. Melalui kuasa hukumnya, Jerinx menghargai laporan IDI Bali dan siap menghadapi masalah hukum ini. (ddy/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.