Tanya Intervensi Rusia, Wartawan CNN Diamuk Donald Trump

Kabarindong – Profesi wartawan di Amerika Serikat (AS) punya nilai tinggi. Bahkan, wartawan di negeri Paman SAN tidak segan-segan melakukan debat dengan narasumber sekalipun itu seorang presiden.

Seperti yang terjadi dalam jumpa pers di Gedung Putih, AS, Rabu (7/11) lalu, seorang wartawan senior CNN Jim Acosta terlibat adu mulut dengan Presiden Donald Trump. Kabarnya Trump marah karena Acosta menanyakan dugaan intervensi Rusia dalam Pilpres 2016 silam.

“Saya tidak perlu menjawab apa pun. Itu hoaks,” kata Trump saat Acosta mengungkit tentang keterlibatan Rusia dalam Pilpres 2016.

Kalimat itu lantas disusul dengan serangkaian kata-kata yang menyudutkan Acosta. Termasuk perlakuan Acosta terhadap Sarah Huckabee Sanders bulan lalu.

Saat itu, Acosta menantang Sanders untuk membuktikan tuduhannya bahwa media seperti CNN adalah musuh rakyat. Sanders memilih untuk tidak menjawab.

“Anda adalah orang yang kasar. CNN seharusnya malu mempekerjakan Anda,” kata Trump lagi. Dia terlihat sangat kesal.

Acosta yang berdiri di depan ayah Ivanka itu tidak mau mengalah. Dia juga tetap berkata-kata meskipun mikrofon telah diambil paksa dari tangannya.

Seorang pegawai magang Gedung Putih yang bertugas membawa mikrofon dalam jumpa pers itu sempat berebut mikrofon dengan Acosta. Tangan mereka sama-sama mencengkeram mikrofon.

Ketegangan berakhir setelah Acosta duduk. Mikrofon beralih ke tangan penanya berikutnya. Jumpa pers pun berlanjut sampai sekitar 90 menit.

Trump yang sempat hendak meninggalkan podium pun kembali melanjutkan sesi tanya jawab. Tapi, dengan tidak menoleh ke arah Acosta yang duduk di bangku terdepan, di sisi kirinya. (sis)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.