Dituding Tiap Hari Paparkan Data Bohong, Ini Respon Gugus Tugas Covid-19

Anggota Tim Pakar Gugus Tugas COVID-19 Dewi Nur Aisyah memberikan penjelasan. Ia mengakui bahwa pelaporan kasus dari seluruh daerah belum real time.

Namun, menurut Dewi, tidak ada unsur kebohongan dari data yang tiap hari diumumkan jubir penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

“Menurut saya terlalu jauh kalau dibilang kebohongan. Apa yang disampaikan Pak Yuri adalah data kasus positif yang sudah selesai diverifikasi oleh tim surveillance Kementerian Kesehatan. Saat ini memang sistem pencatatan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium melalui sistem new all record Kementerian Kesehatan sudah diimprove,” kata Dewi Nur Aisyah kepada wartawan, Minggu (14/6).

“Dan sekarang diusahakan untuk menuju real-time,” sambung dia.
Dewi kemudian membeberkan faktor lain yang menjadi pemicu pelaporan kasus corona di daerah belum sempurna. Namun, kata dia, hal itu sudah dipetakan dan dalam tahap improvement.

“Di luar itu, kondisi geografis Indonesia juga terkadang menyebabkan delay pemeriksaan untuk beberapa daerah. Saya tidak sedang berbicara mengenai kesempurnaan,” urai lulusan S3 di University College London – Infectious Disease Epidemiology and Informatics itu.

“Namun yang saya ketahui kita semua terus belajar untuk melakukan perubahan dan perbaikan,” sambungnya.

Hal ini dikatakan Dewi menjawab tudingan Ahli epidemiologi FKM UI, Pandu Riono yang mengkritisi apa yang diumumkan pemerintah terkait data perkembangan kasus COVID-19 tiap sore. Kata Pandu pemgumuman pemerintah tidak sesuai dengan ilmu wabah atau epidemiologi.

“Keterlambatan pemeriksaan lab serta keterlambatan sampai diumumkan. Juga berkali-kali ditumpuk pengumumannya. Tidak ada niat mengumumkan dengan benar sesuai dengan ilmu wabah (epidemiologi), prinsip statistik kesehatan publik,” kata Pandu dalam akun Twitternya, Jumat (12/6).

“Kebohongan terjadi setiap hari, dan publik menikmati.” sambungnya.
Menurut Pandu Riono, apa yang diumumkan soal kasus corona tiap sore bukanlah kasus yang terjadi 24 jam sebelumnya. Yang diumumkan, kata dia, hanya pengumuman hasil lab terkonfirmasi.

“Setiap hari kita disuguhi dengan angka laporan kasus COVID-19. Kita menikmati angka tersebut mempercayai sebagai angka kasus yang terjadi hari itu,” ungkapnya.

“Padahal itu hanya pengumuman hasil pemeriksaan lab PCR yang terkonfirmasi, tanpa kejelasan kapan sesungguhnya kasus tersebut,” sambung Pandu.

Menurut Pandu, pemerintah harus membuka secara gamblang kasus yang diumumkan merupakan kapan penemuan kasus positif tersebut.
“Ya betul (harus demikian. -red),” kata Pandu.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.