Iuran BPJS Dinaikkan, Anak Buah Prabowo Pastikan Jokowi Makin Dibenci

KABARINDONG – Sejumlah kalangan mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Keputusan itu diyakini membuat masyarakat terutama yang selama ini membenci Jokowi makin benci.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. “Makin sebal (benci) saja rakyat sama dia. Sudah susah karena Covid-19 sekarang malah mau diperas,” ungkapnya dalam keterangan yang diterima Kabarindong.com, Rabu (13/5).

Lebih lanjut Poyouno mengatakan, kondisi ekonomi keluarga kelas menengah dan bawah saat ini benar-benar ambruk akibat pandemi Covid-19. “Faktanya sekarang banyak PHK di sektor pekerjaan formal akibat wabah Covid-19,” tandasnya.

Selain itu, anak buah Prabowo mengingatkan tak sedikit pula usaha kecil menengah yang tutup karena tidak mampu bayar angsuran bank. “Ini kok malah BPJS Kesehatan iurannya dinaikkan. Sungguh enggak pakai otak dan tidak melihat realitas keadaan ekonomi dan sosialnya masyarakat,” ujar dia.

Poyuono menambahkan Perpres Kenaikan BPJS Kesehatan terbit pada masa yang tidak tepat. Harusnya, perpres tersebut diterbitkan pada saat keadaan ekonomi dan sosial sudah normal.

Dia lantas menyoroti kebijakan Jokowi menerbitkan Perppu tentang penanganan dampak Covid-19 (Perppu Corona) yang kemarin telah disahkan menjadi UU. Poyuono mempertanyakan kenapa Perppu tersebut tak dimanfaatkan untuk menyuntik anggaran BPJS Kesehatan.

“Padahal itu yang paling penting karena pandemi Covid kan kuat sekali hubungannya dengan kesehatan masyarakat. Kok, Perppu malah untuk menalangi bank-bank dan pengusaha,” kata dia. (ism)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.