Ini Harga dan Performa Garang Nissan GT-R R35 yang Dikendarai Wakil Jaksa Agung

KABARINDONG – Wakil Jaksa Agung, Arminsyah meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Kilometer 13 Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (4/4). Arminsyah dikabarkan sedang mengendarai sedan sport, Nissan GTR R35 dalam kecepatan tinggi.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengonfirmasi kebenaran kabar duka tersebut. “Benar demikian. Jenazah beliau dibawa ke RS Polri. Saya juga sedang dalam perjalanan kesana,” kata Hari, Sabtu (4/4/2020).

Menarik dikupas Nissan GT-R R35 yang dipacu Arminsyah. Mobil tersebut termasuk dalam kategori mobil sport berperforma tinggi. Cara mengemudikannya butuh kemampuan khusus, sehingga berbeda dengan mobil pada umumnya.

Perlu diketahui, Nissan membekali GT-R R35 dengan mesin berkapasitas 3.800 cc. Nissan GT-R R35 merupakan sedan sport dengan performa buas. Tenaganya dihasilkan dari mesin 3,8 liter turbocharged yang mampu memuntahkan tenaga hingga 592 hp dan torsi 665 Nm. Mobil ini diklaim dapat berakeselerasi dari 0-100 km dalam waktu kurang dari 3 detik.

Dengan performa mesinnya yang monster ini. Dimana untuk varian Pure, Edition, dan Track Edition ditenagai mesin V6 3.8 Liter yang dioptimalkan teknologi Twin-Turbocharged. Mesin V6 tersebut memiliki 24 katup dengan tenaga maksimal sebesar 565 Horsepower di putaran 6.800 rpm. Sedangkan torsi pucaknya mencapai 467 lb-ft yang bisa diraih pada putaran mesin 3.300 rpm sampai 5.800 rpm.

Mesin tersebut menggunakan sistem penggerak All Wheel Drive dan transmisi Dual Clutch 6 Percepatan yang menjadikan perpindahan gigi secepat kilat hanya dalam waktu 0.15 detik saat berada dalam R-Mode. Nissan sendiri menyediakan tiga mode yang disesuaikan dengan parameter suspensi, transmisi, dan Vehicle Dynamic Control System (VDC).

Karena itu menurut Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), mengatakan, saat mengendarai mobil yang memiliki performa tinggi, artinya mobil tersebut dapat berakselerasi ke kecepatan tinggi dalam waktu yang singkat.

“Mengemudikan mobil sport wajib menaati peraturan lalu lintas dan harus mempunyai skill mengemudi khusus. Sebab, saat mengemudi di atas kecepatan maksimal dan jauh di atas rata-rata kecepatan pengemudi di sekitar kita, berisiko terjadi tabrakan,” ujar Marcell.

Marcell menambahkan, biasanya kecelakaan terjadi karena perbedaan kecepatan antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnnya. Selain itu, penting juga untuk memahami karakter gas dan rem dari mobil tersebut” Mobil sport pasti memiliki karakter gas dan rem yang jauh lebih responsif dari mobil biasa. Makanya, kalau mau mengebut jangan dilakukan di jalan umum,” kata Marcell.

Menurutnya, jalan umum tidak didesain untuk kecepatan tinggi. Selain itu, ada potensi distraksi dan halangan dari kendaraan lain. Lalu, adanya ketidaksamaan kecepatan antara tiap kendaraan membuat potensi bahaya lebih besar. “Sebab, dalam kecepatan 100 kilometer per jam, sangat berbahaya jika melakukan manuver mendadak. Saat kita bergerak dengan kecepatan tersebut, per detik mobil melahap kurang lebih 28 meter,” ujar Marcell.

Di Indonesia, Supercar ini hanya dipasarkan beberapa unit saja, Di beberapa situs jual-beli mobil ini ditawarkan seharga 2,5 Miliar Rupiah. (fsz)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.