Tanggapi Kenaikan Iuran BPJS, Anggia: Bikin Imunitas Masyarakat Turun

KABARINDONG – Anggota Komisi IX DPR Anggia Ermarini menyayangkan keputusan pemerintah yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Legislator dari Fraksi PKB ini, meyakini kebijakan tersebut membuat masyarakat marah karena saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Jangan begitu dulu lah. Kondisi negara lagi begini. Saya yakin ini dibikin pusing dan jelas masyarakat akan panik,” tandas Anggia kepada Kabarindong.com, Kamis (14/5).

Menurut Anggia, pemerintah harus konsisten dengan kebijakannya. Ia menyinggung keputusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan awal tahun lalu.

“Ya, kemarin masyarakat sudah plong dengan keputusan MA yang membatalkan kenaikan iuran BPJS. Sekarang pasti resah lagi. Dan saya khawatir ini (kenaikan iuran BPJS) menurunkan imunitas masyarakat,” tuturnya.

Anggia berharap pemerintah mencari solusi terbaik dalam setiap kebijakan yang diambil. “Mbok Pakde (Presiden Jokowi) ini nanti dulu tho (kenaikan iuran BPJS). Ya janganlah berpikiran itu, biarkan rakyat ini punya kekuatan untuk bisa melawan Corona ini dengan baik,” pintanya.

“Kita tahu persis dampaknya gak hanya kesehatan, ekonomi jelas kita sangat terdampak. Kalau dinaikkan, jelas semakin panik lagi masyarakat. Harusnya negara bisa ngecakne (menyesuaikan) lah seharusnya bagaimana,” sambung Ketua Umum PP Fatayat NU ini.

Menurut Anggia, kebijakan yang diambil pemerintah ini menunjukkan negara tidak sedang dikelola dengan cara yang baik.

“Ini gak proper, cara menggarap negara itu enggak proper, enggak dipikirkan bahwa kan setiap kalimat itu pasti berpengaruh dalam situasi kayak gini. Ini kayak bom, udah langsung ‘deesss…’ Sudah langsung turunlah 50% imun masyarakat ini,” pungkas Anggia. (ism)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.