Indra Sjafri Sebut Pelatih Shin Tae-Yong Mulai Ogah-ogahan

Kebersamaan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong sepertinya tidak akan berlangsung lama. Itu karena, konflik pelatih asal Korea Selatan dengan federasi sepak bola Indonesia atau PSSI semakin meruncing.

Direktur Teknik (Timnas) PSSI, Indra Sjafri terang-terangan mengaku keberatan dengan statemen Tae-Yong yang disampaikannya di media Korea Selatan.

Kepada sejumlah media Korsel, Tae-Yong menyampaikan bahwa gajinya dipotong hingga 50 persen sebagai konsekuensi pandemi virus corona (COVID-19). Selain itu, kata Tae-Yong, PSSI pembayaran gaji April-Mei telat.

Tak hanya itu, Indra juga menganggap bahwa juru taktik Timnas Korsel saat tampil di Piala Dunia 2018 tersebut sudah tidak percaya diri dengan janji yang disampaikannya saat diproyeksikan sebagai Pelatih Timnas Indonesia pada akhir 2019. Saat itu, salah satu janjinya adalah membawa Indonesia juara Piala AFF 2020.

“Sementara kandidat lain, Luis Milla, tidak bisa menjamin hal itu. Pembohong namanya kalau ada pelatih bisa menjamin juara dalam sepakbola,” kata Indra sebagaimana dipetik dari laman resmi PSSI.

“Dia ini sebenarnya banyak alasan saja, karena tak yakin bisa memenuhi target berat yang dibebankan federasi kita. PSSI ingin Timnas Senior Juara Piala AFF 2020, memperbaiki peringkat FIFA, serta TImnas U-19 berprestasi di Piala Dunia U-20 2021.”

Indra juga mempersoalkan perilaku Tae-Yong dalam rapat virtual membahas Timnas yang diikuti salah satunya oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Dalam rapat tersebut, kata Indra, Tae-Yong berbicara seraya menyetir kendaraan dan menggunakan telepon genggam.

“Dalam rapat yang dibuka oleh Ketua Umum PSSI, Shin tampak seenaknya rapat sembari mengemudikan mobil, menggunakan ponsel kecil. Sementara para pengurus PSSI mengikuti rapat dengan serius di tempat duduk masing-masing,” ucap Indra.

Tae-Yong juga diketahui membatalkan rapat secara mendadak yang dijadwalkan pada pekan ini dengan alasan melihat resort. Juga, melalui media Korsel, Tae-Yong mengisyaratkan tidak akan kembali ke Indonesia.

“Padahal kita sangat memerlukan kehadirannya ke Indonesia untuk menjalankan pekerjaannya, tapi malah kita yang disuruh dia ke Korea menggelar TC di sana,” kata Indra.

Untuk berupaya obyektif, isu profesionalisme PSSI sudah menjadi persoalan sejak kepelatihan Luis Milla. Selepas putus kontrak dengan PSSI, pelatih asal Spanyol itu juga menyatakan bahwa federasi berkali-kali melanggar kontraknya. (yab/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

  1. ade yayan haryanto :

    Sebaiknya PSSI memecat Indra Sjafri daripada memecat STY yg blum diberi ksempatan. Hrsnya indra syafri legowo mundur dr pelatih timnas krn selama ini timnas indonesia selalu tunduk kpla dohadapn thailand dan vietnam. Bicara target pelatih hebat hrs punya target juara kalo gak ada target juara buat apa jd pelatih timnas. Saran saya kpd PSSI pecat saja indra syafri dr pengurus PSSI merasa kalah saing malah ingin menjatuhkan pelatih lain yg lebih ptofedional.