Polisi Selidiki Insiden Wasit Injak Kepalanya Dalam Laga Silaturahmi

Sepak bola di Indonesia belum bisa lepas dari kesan brutal. Terbaru, aksi kekerasan pemain menimpa seorang wasit saat memimpin pertandingan di Stadion Patriot Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Wasit yang dikeroyok dan diinjak kepalanya bernama Wahyudin (29). Pengadil lapangan hijau itu pun bercerita insiden kekerasan yang menimpa dirinya.

Saat itu Wahyudin tengah memimpin pertandingan bola fun game antara Champas FC Vs Yutaka FC di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Minggu (14/7).

Mengetahu hal itu, polisi tidak tinggal diam. Aparat kepolisian mengaku akan menyelidiki aksi kekerasan terhadap seorang wasit pertandingan sepak bola tersebut. Polres Metro Bekasi Kota akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

“Ya kita panggil-panggil dulu saksi-saksinya,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Heri Purnomo, Selasa (14/7) tanpa merinci para saksi yang akan dipanggil.

“Nanti yang ada di lokasi kita panggil, Ya nanti yang tahu kejadian itu kita panggil,” imbuh Heri. “Segera (dipanggil),” tutupnya.

Insiden pengeroyokan terhadap wasit itu sangat disayangkan. Apalagi laga yang dipimpin Wahyudin hanya bertajuk laga ‘silaturahmi’. Wahyudin sebagai wasit utama dan tidak ada hakim garis.
Saat itu, Wahyudin membuat keputusan bahwa salah satu pemain tim Champas FC berada dalam posisi offside. Namun, pemain tak terima keputusan Wahyudin.

“Nah itu, jadi pokoknya pas dia nggak terima kejadian itu (keputusan offside), terus pemainnya ngehampiri saya dari belakang, nendang saya, terus saya terjatuh terlentang, pas saya jatuh itu langsung dibales muka saya dan wajah saya diinjek. Bahasanya (Betawi) digajluk,” kata Wahyudin.

Namun insiden itu dibantah oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Bekasi Ahmad Zarkasih. Menurutnya saat itu hanya terjadi dorong-dorongan karena salah satu klub kecewa akan keputusan wasit.

“Sebetulnya bukan penginjakan wasit, cuma ada keputusan wasit yang tidak diterima oleh salah satu tim dan akhirnya terjadi dorong,” katanya.

Kasus ini viral setelah video beredar di media sosial. Dalam video yang beredar terlihat wasit dikerumuni sejumlah pemain. Seorang wanita yang merekam kejadian itu menyebut bahwa wasit diinjak oleh pemain. (abe/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.