Bachtiar Nasir: Indonesia Merugi Tidak Ada Habib Rizieq

Mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Bachtiar Nasir kembali melontarkan propaganda. Kali ini, dia menyebut bahwa kelompok antidemokrasi tidak menginginkan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Menurut Bachtiar, kelompok antidemokrasi justru menginginkan Habib Rizieq tetap berada di Arab Saudi. “Jadi, hanya orang yang tidak menginginkan demokrasi, sesungguhnya tidak menghendaki beliau (Habib Rizieq) ada di sini,” kata Bachtiar dalam diskusi daring yang digelar Habib Rizieq Shihab Center (HRS Center), Minggu (23/8).

Dalam diskusi yang diberi tema Pemulangan IB HRS dari Pengasingan Politik itu, Bachtiar mengatakan, Indonesia sesungguhnya sangat rugi besar dari sisi demokrasi ketika Habib Rizieq tidak berada di Indonesia.
Itu karena, Habib Rizieq merupakan salah satu tokoh yang menjunjung tinggi demokrasi. “Hanya yang gagal paham saja yang menilai Habib Rizieq penganggu, penghambat demokrasi di Indonesia. Salah besar,” ungkap dia.

“Mungkin belum tahu persis siapa beliau. Kalau anda betul-betul menginginkan demokrasi di Indonesia, pastinya sangat menginginkan punya partner seperti Habib Rizieq,” tutur dia.

Selain menjunjung demokrasi, kata Bachtiar, Rizieq juga sosok yang cinta tanah air dan pejuang menegakkan kebenaran. Namun, narasi yang beredar di ruang publik justru berkebalikan.

“Saya kira kalau ada orang Indonesia yang paling merah putih adalah beliau (Habib Rizieq). Yang merah darahnya dan putih pakaiannya dan tidak pernah berubah,” pungkas dia. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.