Bendera Dibakar, PDIP Jaktim: Ini Tidak Bisa Dibiarkan

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto ternyata benar, banyak kader PDIP yang marah dengan ulah massa yang membakar bendera partainya. Beruntung, kader PDIP bisa menahan diri dan memilih menempuh jalur hukum.

Seperti yang akan dilakukan pengurus dan simpatisan DPC PDIP Jakarta Timur. Mereka memilih mendatangi Polres Jakarta Timur untuk melaporkan aksi pembakaran bendera PDIP pada aksi demo tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan gedung DPR/MRP, kemarin.

Sekretaris DPC PDIP Jakarta Timur, Eko Witjaksono membenarkan bahkan pihaknya akan melaporkan peristiwa pembakaran bendera partainya itu ke Polres Jakarta Timur. Eko mengklaim akan ada 1.000 orang kader dan simpatisan yang akan ikut melaporkan.

“Karena ini tidak bisa dibiarkan. Itu bagi PDI Perjuangan sangat menghina simbol kita,” kata Eko, Kamis (25/6).

Eko menyatakan langkah pihaknya melaporkan pembakaran bendera partai berlambang Banteng Moncong Putih itu sejalan dengan pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.

“Ini sebagai penguatan apa yang disampaikan oleh Pak Hasto bahwa kami semua satu komando di bawah DPP,” ujarnya.

Sebelumya, Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) yang menggelar aksi menolak RUU HIP di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, kemarin turut membakar bendera PDIP selain bendera berlambang palu dan arit. Massa aksi menuntut pemerintah dan DPR membatalkan pembahasan RUU HIP.

Aksi tersebut diikuti sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Front Pembela Islam, PA 212, dan GNPF, serta organisasi Islam lainnya.

Koordinator aksi tolak RUU HIP, Edy Mulyadi mengatakan pihaknya tak pernah merencanakan pembakaran bendera PDIP. Edy mengklaim aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan tersebut karena spontanitas dari massa yang hadir. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.