Breaking News: Dua Stafsus Presiden Mau Mundur, Jokowi Minta Dipikir-pikir Dulu

KABARINDONG – Dua Staf Khusus ‘Milenial’ Presiden Joko Widodo, yakni Andi Taufan Garuda Putra dan Adamas Belva Syah Devara tak kuat menghadapi desakan publik yang meminta mereka mundur dari jabatannya. Ya, keduanya akhirnya memutuskan mundur.

Kabar mundurnya Andi Taufan dan Belva sebagai Stafsus Presiden itu didapat Kabarindong.com dari sumber internal Istana. Hanya saja, sumber Istana yang enggan disebutkan namanya itu, tidak berani memastikan kapan keduanya akan meletakkan jabatannya.

Yang jelas, kata sumber Istana, pengunduran diri Andi Taufan dan Belva sudah disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi. “Iya, Presiden juga sudah tahu,” ungkapnya.

Bahkan, Presiden Jokowi sudah memanggil Andi Taufan dan Belva. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menanyakan prihal keduanya ingin mengundurkan. “Presiden, meminta mereka pikir-pikir dulu,” tuturnya.

Seperti diketahui, publik mendesak Presiden Jokowi memecat Andi Taufan dan Belva. Itu setelah keduanya dianggap telah melakukan yang mengarah pada konflik kepentingan.

Ya, Andi Taufan menggunakan surat berkop Setkab meminta para capat di seluruh Indonesia melibatkan relawan penanganan Covid-19 dari perusahaan miliknya, yakni PT Amartha Mikro Fintex. Sementara perusahaan dipimpin Belva, yakni Skill Academy by Ruang Guru menjadi salah satu mitra program Kartu Prakerja.

Sebelumnya Belva juga mengaku siap mundur meski tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Belva tidak mau gara-gara Skill Academy by Ruang Guru jadi mitra program Kartu Prakerja dianggap ada konflik kepentingan. (ism)

Baca Juga: Bantah ikut dalam perencanaan kartu pra-kerja, pembelaan- Belva disanggah aktivis muda ini

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.