Desakan Agar Arief Poyuono Dipecat Makin Kuat

Partai Gerindra tengah kebakaran jenggot. Itu setelah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono melontarkan pernyataan bahwa yang menghembuskan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah kadrun-kadrun.

Kendati kata kadrun tidak spesifik menunjuk kelompok atau orgnisasi, namun pernyataan Arief tersebut jadi polemik di internal partai berlambang kepala Garuda tersebut.

Kabarnya, Mahkamah Kehormatan DPP Partai Gerindra telah menjadwalkan sidang terhadap Arief. Namun, desakan agar Arief dipecat dari partai besutan Prabowo Subianto semakin kuat.

Salah satunya, Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade yang meminta Arief dipecat. Itu bila Arief tidak memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan DPP Partai Gerindra.

Awalnya, Andre menjelaskan kewajiban kader Gerindra yang taat partai. Andre mengungkit kembali dirinya yang pernah dipanggil Mahkamah Kehormatan Gerindra.

“Saya Andre Rosiade sebagai kader yang taat dan tegak lurus dengan Partai Gerindra. Di saat dipanggil oleh Mahkamah Kehormatan Partai, sebagai kader tentu harus menghadiri pemanggilan,” kata Andre dalam Twitternya, Jumat (19/6).

Untuk diketahui, Andre Rosiade sempat dipanggil Mahkamah Kehormatan DPP Partai Gerindra gara-gara isu penjebakan PSK. Mahkamah Gerindra saat itu memutuskan Andre Rosiade tak bersalah.

“Seandainya Saudara Arief Poyuono tidak mau menghadiri pemanggilan, saya usulkan agar diberikan sanksi pemecatan,” pinta Andre.

BACA: Disuruh Minta Maaf Terkait Kadrun, Arief Poyuono: Tidak Akan Pernah

Sekadar diketahui, masalah ini bermula ketika Arief berbicara soal isu kebangkitan PKI dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di YouTube. Saat ditanya soal pandangannya mengenai isu kebangkitan PKI, Arief menyinggung soal ‘kadrun’.

“Yang pasti ini adalah kadrun, kadrun-kadrun ya yang pasti. Yang kedua mungkin orang-orang yang tidak menginginkan adanya perdamaian di Indonesia, selalu ingin mengacau yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI,” sebut Poyuono.

Pernyataan Poyuono ini menimbulkan kontroversi. Tagar #TenggelamkanGerindra sempat menjadi trending topic di Twitter gara-gara Poyuono. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.