Elit PDIP Temui Kapolda Minta Pembakar Bendera Partainya Diusut

Langkah PDIP membawa peristiwa pembakaran bendera partainya ke jalur hukum sepertinya bukan pepesan kosong. Ya, sejumlah kader dan elit partai berlambang Banteng Moncong Putih, mendorong pihak yang berwajib menindak aksi yang dinilai mencederai demokrasi tersebut.

Herman Hery, salah elit PDIP yang menunjukkan keseriusannya untuk membawa peristiwa pembakaran bendera partainya. Ketua Komisi III DPR RI itu, mendatangi Mapolda Metro Jaya Jakarta, Jumat (26/6).

Kedatangan politikus PDIP tersebut untuk menemui Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan berdiskusi terkait kasus pembakaran bendera partainya.

“Saya ke Polda Metro Jaya hari ini berdiskusi dengan Kapolda dan Dirkrimum terkait dengan pembakaran bendera PDIP yang dilakukan beberapa waktu lalu,” kata Hery usai melakukan pertemuan tertutup pada Jumat (26/6).

Sekadar diketahui, pada aksi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan gedung DPR/MPR RI, Rabu (24/6) kemarin, diwarnai pembakaran bendera PDIP. Dalam video yang beredar, massa yang membakar bendera itu berpeci FPI.

Herman mengaku pihaknya menyesalkan terkait insiden pembakaran bendera tersebut. Menurut dia, pihaknya meminta Kapolda Metro Jaya untuk mengusut pembakaran bendera tersebut.

“Kami sangat menyesali kejadian ini, sehingga kami datang ke Kapolda untuk meminta Kapolda melakukan langkah penegakkan hukum secara profesional,” jelasnya.

Ia mengingatkan semua pihak bahwa negara Indonesia merupakan negara hukum. Atas dasar itu, dia meminta masyarakat untuk tidak berlaku sewenang-wenang dalam melakukan tindakan.

“Negara kita ini adalah negara hukum bukan negara bar bar. Semua orang akan marah kalau dihina. Tentunya ungkapan kemarahan itu harus disalurkan lewat per undang-undangan yaitu meminta aparat penegak hukum melakukan penindakan dan penegakkan hukum yang bermartabat,” tuturnya.

Namun demikian, Herman menuturkan kedatangannya mengadu ke Kapolda Metro Jaya tak bermaksud untuk mengintervensi hukum. Hanya saja, dia meminta agar kasus tersebut diungkap secara professional.

“Saya katakan apapun yang terjadi polri harus netral dan profesional. Jangan sampai terkesan kedatangan saya sebagai ketua komisi III seolah olah datang untuk mengintervensi polri dalam penyidikan ini. Tidak,” jelasnya. (ray/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.