Ikut Pilkada, Sering Disebut Dinasti Politik Adik Airin Pilih Cuek

KABARINDONG – Adik Walikota Tangsel Airin Rahcmi Diany, Aldrin Ramadian yang menyatakan diri ikut dalam pertarungan Pilkada Tangsel tahun depan, sering dikait-kaitkan sebagai bagian dari dinasti politik. Kendati demikian Aldrin memilih cuek. Ia menganggap serangan politik itu angin lalu.

 “Inikan soal pilihan masyarakat, biarin saja nanti mereka yang menilai,” tegasnya, Jumat (4/10).

Ia melihat isu dinasti politik akan selalu dimunculkan oleh pesaing politik menjelang pilkada. Karena menurutnya tidak ada cara lain. “Anggap saja sebagai dinamika politik,” ujar Aldrin.

Tidak hanya isu dinasti politik, bahkan sekarang sudah berkembang isu baru “trah Airin.”

Menurut Aldrin isu politik dinasti dan trah Airin itu murni wacana politik. Wacana tersebut sengaja dibangun untuk menggoyang dirinya. Ia justru mengajak kepada semua pihak untuk bersaing sehat.

“Masih panjang kok waktunya, jangan terburu-buru lah kalau nyerang, nanti kehabisan peluru,” pungkasnya.

“Saya ini punya background akademisi, dia pasti paham lah soal yang begitu-begituan. Belum apa-apa kok sudah kampanye negatif,” Aldrin menambahkan.

Aldrin ikut mendaftarkan diri proses penjaringan yang dilakukan DPC PDIP Kota Tangsel beberapa waktu lalu. Selain ALdrin, ada nama gaek yang juga mendaftar, seperti Siti Nur Azizah, putri dari KH Ma’ruf Amin, Sekda Kota Tangsel Muhammad, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, dan penggiat anti korupsi Ade Irawan. Banyak pengamat politik yang menyebut Aldrin sebagai trah Airin politik dinasti Banten. Selain PDI Perjuangan, parpol lain yang kini tengah membuka penjaringan antara lain Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sekadar diketahui, perolehan kursi DPRD Kota Tangsel Golkar merajai dengan jumlah 10 kursi. Gerindra, PKS dan PDIP masing-masing delapan kursi. Demokrat lima kursi, PSI dan PKB masing-masing empat kursi, PAN dua kursi dan Hanura satu kursi.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.