Ketum BMI: Kenaikkan BPJS Bikin Masyarakat Tambah Pusing

KABARINDONG – Bintang Muda Indonesia (BMI) ikut mengkritisi kebijakan pemerintah yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Menurut Ketua Umum BMI Farkhan Evendi, kebijakan tersebut hanya akan menambah beban hidup masyarakat semakin berat.

“Mungkin pusingnya masyarakat memikirkan kenaikkan biaya listrik belum hilang, kini tambah pusing karena iuran BPJS Kesehatan dinaikkan,” Farkhan kepada Kabarindong.com, Kamis (14/5).

“Kalau kenaikkan biaya listrik atau BBM rakyat mungkin bisa menyiasati degan berhemat. Tapi kalau BPJS iurannya naik? bagaimana caranya,” sambungnya.

Itu karena, masyarakat yang mengikuti BPJS harus membayar premi dalam setiap bula. Dan besaran biaya sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Bahkan, katanya masyarakat yang tidak bayar BPJS, diancam akan dipersulit ngurus surat-surat lain. Telat bayar, kena denda yang sebelumnya juga dinaikkan dari 2,5 persen menjadi 5 persen,” tuturnya.

Lebih lanjut Farkha mengatakan, selain timingnya tidak tepat karena pada masa pandemi wabah Corona, kenaikkan iuran BPJS juga tidak sejalan dengan prinsip negara. “Kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi negara,” tandasnya.

Oleh karenanya, Farkhan mendukung langkah Partai Demokrat yang selalu menolak langkah pemerintah menaikkan iuran BPJS. Sebab, BPJS merupakan menyangkut hajat hidup masyarakat luas. (ray)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.