Prinsip Anies: Dipuji Jangan Terbang, Dicaci Jangan Tumbang

Pemilihan Presiden (Pilpres) RI akan kembali digelar pada tahun 2024. Meski demikian, sejumlah lembaga survei sudah melakukan riset terkait para tokoh yang bakal maju dalam pesta demokrasi mendatang.

Sejumlah nama yang disebut-sebut bakal ikut berkontestasi dalam Pilpres nanti, adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta Sandiaga Uno.

Menanggapi hal itu, Anies Baswedan menganggap survei yang tersaji diibaratkan ramalan cuaca. Namun Anies tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan ramalan cuaca. Yang jelas, Anies mengatakan bahwa saat ini terlalu pagi membicarakan Pilpres.

Hal tersebut diungkap Anies melalui siaran tv, yang diunggah di YouTube Talk Show tvOne pada 27 Juni 2020. “Ini tahun berapa ya om?” tanya Anies pada Om Way, pembawa acara talk show tersebut.

“2020, la ini nulis 2024 ngetes surveinya sekarang. Ini kayak gini lo, ramalan cuaca tahun 2022,” ujar Anies.

“Waktunya itu masih lama sekali om. Kita semua ini masih fokus sama wilayah masing-masing,” lanjut Anies.

Anies kemudian menjelaskan jika sebelumnya pun dia tak pernah mau maju Pilpres meski diminta. “Politik-politik nanti lah,” sahut Anies.

“Menurut saya gini yang proporsional saja. Kalau dipuji jangan terbang, kalo dicaci jangan tumbang. Gitu aja prinsipnya,” tegas Anies Baswedan.

Elektabilitas Ganjar Pranowo melesat menurut Indikator Politik Indonesia. Survei yang dipublikasikan Indikator Politik Indonesia pada Minggu (7/6) itu secara mengejutkan menempatkan Ganjar sebagai kandidat capres yang patut diperhitungkan pada Pilpres 2024 mendatang.

Elektabilitas Ganjar Pranowo meningkat dari 9,1 persen pada Februari 2020 menjadi 11,8 persen pada Mei 2020.

Dia mengalahkan sejumlah tokoh seperti Anies Baswedan, Barat Ridwan Kamil, bahkan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dua tokoh yang mengalami peningkatan elektabilitas yakni Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo. Meskipun, elektabilitas keduanya belum mampu mengalahkan Prabowo.

  1. Prabowo Subianto (Mei 14,1 persen; Februari 22,2 persen)
  2. Ganjar Pranowo (Mei 11,8 persen; Februari 9,1 persen)
  3. Anies Baswedan (Mei 10,4 persen; Februari 12,1 persen)
  4. Ridwan Kamil (Mei 7,7 persen; Februari 3,8 persen)
  5. Sandiaga Uno (Mei 6 persen; Februari 9,5 persen)
  6. Agus Harimurti Yudhyono (Mei 4,8 persen; Februari 6,5 persen)
  7. Khofifah Indar Parawansa (Mei 4,3 persen; Februari 5,7 persen)
  8. Mahfud MD (Mei 3,3 persen; Februari 3,8 persen)
  9. Gatot Nurmantyo (Mei 1,7 persen; Februari 2,2 persen)
  10. Erick Thohir (Mei 1,6 persen; Februari 1,9 persen)
  11. Puan Maharani (Mei 0,8 persen; Februari 1,4 persen)
  12. Tito Karnavian (Mei 0,6 persen; Februari 0,8 persen)
  13. Budi Gunawan (Mei 0,4 persen; Februari 0,4 persen)
  14. Muhaimin Iskandar (Mei 0 persen; Februari 0,3 persen)

(yab/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.