Berliku Jalan Real Madrid Menuju Podium Juara

Real Madrid akhirnya memastikan diri sebagai tim terbaik di La Liga Spanyol musim ini. Label itu didapat, setelah Real Madrid berhasil mengunci gelar juara.

Kepastian Karim Benzema dkk menjadi juara La Liga musim ini, seiring kemenangan 2-1 saat menghadapi Villarreal di Estadio Stefano Di Alfredo, Jumat (17/7). Dan, itu merupakan gelar juara La Liga ke 34 yang diraih Real Madrid.

Real Madrid sempat puasa gelar juara pada musim 2016-2017. Tim Ibu Kota Spanyol itu harus merelakan gelar juara direngkuh pesaing terberatnya yakni Barcelona.

Gelar juara musim ini terasa melegakan bagi Real Madrid. Mengingat, pasukan putih-putih harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan poin dari Barcelona.

Ya, pada pertengahan Januari lalu, Real Madrid tertinggal cukup jauh dari Barcelona. Namun, Los Galacticos tidak menyerah. Madrid bangkit dan berhasil mendekati Barcelona meski sempat kembali tertinggal akibat dikalahkan Real Betis 1-2 pada Jordana ke-27 pada 9 Maret.

Itu menjadi laga terakhir Madrid sebelum kompetisi dihentikan akibat pandemi virus Corona.

Adanya wabah yang berasal dari China itu rupanya menjadi keuntungan bagi Madrid. Nyatanya, ketika kompetisi digulirkan lagi setelah vakum selama hampir empat bulan, mereka terus meraih kemenangan. Sementara disisi lain, Barcelona sempat beberapa kali terpeleset.

Alhasil, Madrid bisa mengudeta musuh bebuyutannya itu pada jordana ke-30. Posisi itu terus dipertahankan sampai akhirnya mengamankan trofi juara usai menundukan Villarreal berkat dua gol Karim Benzema.

Gol pertama Benzema pada laga kandang itu lahir pada menit ke-28 setelah memaksimalkan umpan Luka Modric. Lalu, gol berikutnya tercipta pada menit ke-77 melalui titik putih yang sebelumnya dieksekusi Sergio Ramos.

Itu bermula ketika Madrid mendapat hadiah penalti pada menit ke-73 setelah Ramos dijatuhkan lawan. Ramos lagi-lagi dipercaya sebagai eksekutor. Tapi, dia berbuat ulah dengan memberikan umpan kepada Benzema, seperti yang pernah dilakukan Lionel Messi kepada Neymar.

Benzema sejatinya bisa meceploskan bola itu ke dalam gawang. Tapi, karena dia maju lebih dulu sebelum Ramos menendang bola, wasit memutuskan untuk menganulirnya. Imbasnya, tendangan penalti harus diulang yang kali ini diambil Benzema.

Penyerang asal Prancis itu sukses mengkoversinya menjadi gol dengan mengirim bola ke sudut gawang. Alhasil, Madrid unggul 2-0. Meski demikian, Villarreal tidak menyerah begitu saja. Tim tamu mampu memperkecil ketertinggalan lewat Vicente Iborra di menit ke-84.

Pada injury time, Villarreal mendapat kesempatan menyamakan kedudukan. Namun, kesigapan Thibaut Courtois membuat upaya tim tamu urung berbuah gol. Justru Madrid yang bisa menambah keunggulan menjadi 3-1 melalui Marco Asensio.

Namun, gol Asensio itu dianulir wasit karena sebelumnya Benzema melakukan handball. Alhasil, Madrid tetap menang 2-1 yang sekaligus memastikan gelar juara. Dengan demikian, mereka merusak ambisi Barcelona merajai Spanyol untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Bagi pelatih Zinedine Zidane, sukses ini seperti Dejavu. Sebab, setelah menggantikan Santiago Solari pada 11 Maret 2019, pelatih asal Prancis itu kembali menyumbang gelar. Ini juga menjadi momen yang ditunggu bagi Eden Hazard.

Pasalnya, geladang asal Belgia yang dibeli dari Chelsea seharga 100 juta euro pada 7 Juni 2019 langsung merebut gelar juara pada debut musimnya bersama Madrid. Padahal, pemain berusia 29 tahun itu kerap dihantam cedera begitu hadir di Santiago Bernabeu.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.