Dentuman Di Jakarta-Depok, Ahli Menduga Dari Perut Bumi

KABARINDONG- Dentuman yang mengagetkan masyarakat di Jakarta hingga Depok, antara Jumat 10 April malam hingga Sabtu (11/4) dini hari tadi rupanya belum terpecahkan. Banyak ahli berbeda pendapat soal ini.

Ahli dari Laboratorium Bumi dan Antariksa Departemen Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia, Judhistira Aria Utama misalnya menduga, suara dentuman itu berasal dari longsoran bawah tanah.

Apa yang menjadi dasar dugaannya itu?

“Suaranya terdengar dari dalam bumi seperti suara meriam dan berulang meski tidak ajeg jeda waktunya. Boleh jadi bersumber dari longsoran bawah tanah. Longsoran yang dipicu deformasi batuan yang melampaui batas elastisitas batuan akan disertai pelepasan energi yang terdengar sebagai suara dentuman,” kata Judhistira dalam keterangannya, Sabtu (11/4).

Namun, dia mengaku belum bisa menyimpulkan dentuman itu berasal dari daerah mana.

“Faktanya, PVMBG dan BMKG juga sudah membantah kemungkinan dari gempa (tidak ada gempa kekuatan besar yang sedang terjadi) maupun letusan gunung api (tidak terdapat laporan suara dentuman dari pos pengamatan gunung api yang sedang erupsi),” tutur Judhistira.

Dia juga tidak sependapat jika dentuman itu berasal dari peristiwa atmosferik atau yang terjadi di atmosfer. Dia menjelaskan, tak ada masyarakat yang melihat adanya benda terbang yang sedang bergerak dengan kecepatan suara.

“Bila diasumsikan sumber dentuman dari peristiwa atmosferik faktanya tidak ada yang melihat benda terbang yang sedang bergerak dengan kecepatan suara. Demikian pula tidak ada saksi mata yang melihat adanya meteor besar yang disebut fireball atau bollide,” ujar Judhistira.

Diketahui dentuman seperti ini juga beberapa kali terjadi di daerah lain seperti daerah Ponorogo dan Trenggalek Jawa Timur pada Oktober 2019 yang lalu, BMKG Jatim saat itu menyatakan bahwa fenomena tersebut merupakan hal biasa.

Sebab, kondisi di dalam tanah kawasan Ponorogo, Trenggalek hingga ke Tulungagung memiliki rongga tanah. Yang tiap musim kemarau mendekati penghujan biasa terjadi longsoran kecil di dalam tanah sehingga menimbulkan suara gemuruh. Tercatat juga pada tahun 2011 juga pernah terjadi fenomena serupa di Kecamatan Ngebel, Ponorogo Saat itu pun warga diimbau untuk tenang dan waspada.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.