Divonis 12 Tahun Penjara, Penusuk Wiranto: Bismillah, Saya Terima Putusan Hakim Tanpa Cela

Persidangan kasus penusukan mantan Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto telah memasuki babak akhir. Ya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis terdakwa Syahrial Alamsyah alias Abu Rara dengan 12 tahun penjara.

“Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak terorisme dengan mengajak anak dan tindak terorisme sebagaimana dalam dakwaan satu dan dakwaan dua. Menjatuhkan pidana kepada Abu Rara dengan pidana penjara selama 12 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Masrizal seperti dilansir Antara, Kamis (25/6).

Abu Rara dinyatakan melanggar pasal 15 junto Pasal 6 junto pasal 16 Undang-Undang nomor 5 tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi undang-undang.

“Penetapan pidana terhadap terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” tambahnya.

Putusan majelis hakim tersebut empat tahun lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 16 tahun penjara.

Setelah mendengar putusan hakim, Abu Rara diberi kesempatan untuk mengajukan banding apabila merasa keberatan dengan putusan Majelis Hakim. Namun dia menyatakan menerima putusan tersebut. “Bismillah saya terima putusan hakim tanpa cela,” kata Abu Rara.

Sebelumnya, istri Abu Rara, Fitri Diana divonis divonis sembilan tahun penjara. Vonis itu empat tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Istri Abu Rara itu disebut terbukti melakukan kegiatan tindak pidana terorisme dengan suaminya di Menes, Pandegelang, Banten pada Oktober 2019.

“Terdakwa dianggap terbukti dalam tindak pidana terorisme seperti yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU). Maka dengan ini Fitri Diana dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara,” kata Masrizal. (ray/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.