Erick Thohir Melipir ke Kantor KPK Lewat Pintu Belakang

Kedatangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (8/7) mengundang pertanyaan bagi kalangan wartawan. Apalagi, saat datang Erick memilih lewat pintu belakang ketika masuk gedung KPK.

Kedatangan Erick sangat gampang diidentifikasi. Itu karena, Ia menggunakan mobil Toyota Vellfire hitam bernomor polisi RI 45 saat melipir ke gedung komisi antirasuah yang berada di Jakarta Selatan.

Saat tiba, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 itu irit bicara. Pun saat keluar dari gedung KPK dan bergegas memasuki kendaraannya.

Erick sempat mengatakan, dirinya datang untuk menemui pimpinan KPK. “Semua pimpinan,” katanya.

Adapun maksud kedatangan Erick adalah membicarakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Diskusi PEN,” ujar Erick.

Sebelumnya, Erick mengungkap 53 kasus korupsi di tubuh BUMN. “Memang sekarang ini sudah 53 kasus korupsi yang saya temukan saat ini,” ungkap Erick pada Kamis pekan lalu (2/7).

Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membenarkan, kedatangan Erick untuk meminta pendampingan KPK dalam penanganan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Kami (BUMN) kan mendapat PEN. Pertama untuk UMKM di Jamkrindo dan Askrindo. Kedua untuk PMN. Ketiga untuk dana investasi yang disebut dana talangan itu,” ujar Arya, Rabu (8/7).

Sehingga, BUMN meminta pendampingan KPK agar dana yang diberikan negara bisa disalurkan, digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak melanggar hukum.

“Dengan pendampingan tersebut, kami harapkan penggunaan anggaran bisa dikawal dengan baik,” papar Arya.

Dia mengungkap KPK menyambut gembira atas inisiatif Kementerian BUMN tersebut. Erick datang menemui Ketua KPK Firli Bahuri didampingi oleh kedua Wakil Menteri BUMN yakni Kartika Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin.

Seperti yang diketahui, Kementerian BUMN mendapatkan suntikan dana PEN sebesar Rp52,57 triliun. Rinciannya, subsidi listrik Rp6,9 triliun, bantuan sosial logistik/pangan/sembako Rp10 triliun,

Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk empat BUMN total Rp15,5 triliun dan talangan (investasi) untuk modal kerja bagi lima BUMN total sebesar Rp19,65 triliun.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.