Harapan Wapres Ma’ruf Amin Terhadap BUMD

BUMD dan Pelaku Usaha Harus Berinovasi

Pandemi Covid-19 benar-benar jadi pukulan telak bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Betapa tidak, mesin usaha mereka terhenti sejak pandemi ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 lalu.

Tak ingin BUMD semakin terpuruk, Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin meminta ada inovasi supaya bisnisnya tetap bergairah di masa pandemi Covid-19.

BUMD juga musti beradaptasi memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK) dengan memanfaatkan peluang inovasi secara tepat dan cepat dengan memanfaatkan teknologi digital.

“BUMD dituntut mampu merespon secara cepat dan tepat menangkap peluang-peluang inovasi dengan pemanfaatan teknologi digital, sehingga roda bisnis dan fungsi pelayanannya tetap berjalan,” kata Kiai Ma’ruf Amin dalam acara TOP BUMD Awards Tahun 2020 melalui video conference, Kamis (27/8).

Orang nomor dua di Indonesia itu juga mendorong BUMD untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusianya dengan memberikan pelatihan-pelatihan khusus bagi kelompok usia yang sangat produktif. Dengan harapan, upaya pemulihan ekonomi di daerah dapat berjalan maksimal.

Wapres mengatakan bahwa pemerintah telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk meningkatkan koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dalam menangani pandemi Covid-19, beserta memulihkan ekonomi nasional.

Perencanaan dan eksekusi kedua target tersebut menurutnya dapat berjalan beriringan dan tercapai sekaligus. Oleh karena itu, peran serta BUMD dan pemerintah daerah juga sangat diperlukan untuk membantu pelaksanaannya.

“Peran BUMD di masa sulit ini diperlukan untuk mendukung program dan kebijakan pemerintah terutama pemulihan ekonomi nasional. Kepala Daerah juga diharapkan terus membina dan mengarahkan BUMD agar meningkatkan kinerja dan layanannya untuk membangun daerah,” pungkas Kiai Ma’ruf.

Pemerintah juga tengah berusaha menggerakkan para pelaku usaha yang sempat terhenti akibat pandemi. Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin memberikan stimulan bagi para pelaku usaha dan UMKM.

Misalnya, Presiden Jokowi meminta kementerian terkait untuk mengeluarkan kebijakan yang dapat menggairahkan kembali para pelaku usaha dan UMKM. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.