Kemenhub Akui Tidak Gampang Kantongi SIKM

KABARINDONG – Masyarakat yang terlanjur mudik mengeluhkan persyaratan khususnya untuk kembali ke Jakarta. Pasalnya, untuk mendapatkan syarat berupa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ke Ibu Kota sangat rumit.

Hal itu juga diakui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bahwa pembuatan SIKM sangat sulit dan banyak dikeluhkan. Bahkan, server online untuk mengurus surat tersebut sempat mengalami gangguan.

“SIKM menjadi isu. Sempat diskusi SIKM sempat susah apa enggak, saya nyoba eh susah, bagaimana prosesnya mungkin tidak semudah yang kita bayangkan. Bagaimana punya dokumen comply tapi susah akses,” tutur Direktur Lalu Lintas Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Sigit Irfansyah dalam diskusi daring yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Rabu (27/5).

Seperti diketahui, bagi masyarakat yang terlanjut mudik dan ingin kembali ke Jakarta, harus mengantongi SIKM. Itu sesuai dalam Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta.

Dalam Pergub tersebut disebutkan SIKM diperuntukkan bagi pemilik KTP non-Jabodetabek yang ingin keluar masuk Jakarta. Sementara bagi warga yang berdomisili dan ber-KTP Jabodetabek masih bisa leluasa berpergian hanya di dalam area Jabodetabek.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, pada Senin (25/5) lalu, sebanyak 200 ribu orang membuka situs untuk mengurus SIKM. “Baru melihat (situs) belum mengurus,” ujarnya.

Melihat pelaksanaan di lapangan yang masih terkendala, Sigit menyebut pengurusan SIKM akan dipermudah dari yang sebelumnya diurus masing-masing orang menjadi diurus berkelompok. Misalnya, satu rombongan kantor. “Ini unik tiap person kalau di mobil ada lima ya lima SIKM. New normal mungkin SIKM gelondongan,” ucapnya.

Ketentuan surat tugas bagi perjalanan dinas dan bisnis, kata dia, juga bisa dilonggarkan agar tiap orang tak perlu mengurusnya sendiri-sendiri saat pergi berombongan. “Ke depan, juga nanti kita coba supaya kalau perusahaan urusnya bisa rombongan,” pungkas Sigit. (ism)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.