Masuk Ruang Isolasi Pasien Covid-19, Gubernur Khofifah Hanya Dilayani Robot

KABARINDONG – Di tengah wabah virus Corona, tidak sedikit tenaga medis yang terpapar virus Corona. Di Jawa Tengah misalnya, puluhan tenaga medis RSUP dr Kariadi, Semarang dilaporkan positif terinfeksi virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan, Tiongkok itu.

Karena itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku mengapresiasi Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang berhasil menciptakan robot pelayan pasien virus Corona.

Ya, robot yang diberi nama RAISA itu, dapat diperintah atau melayani pasien Covid-19 tanpa mengharuskan tenaga medis berhadapan langsung dengan pasien.

Untuk mengetahui kecanggihan RAISA, Gubernur Khofifah pun menjajalnya dengan berpura-pura menjadi pasien. Sesaat setelah Khofifah berada di ruang isolasi, RAISA mendatangi dan menanyakan keluhan Khofifah.

“Keluhannya apa ibu? Obat hari ini bisa diambil di nampan yang ketiga,” ucap RAISA seraya dibalas senyum oleh Khofifah.

Robot RAISA memang tidak berbentuk seperti fisik manusia. Pada Robot itu terdapat layar yang terhubung dengan perawat yang ada di luar ruangan isolasi dengan pasien.

Selain itu, ada sistem suara untuk direct communication serta nampan tempat obat atau perangkat medis yang harus diserahkan pada pasien.

Khofifah mengatakan bahwa robot ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terutama bagi tenaga medis yang sehari-hari merawat pasien di rumah sakit rujukan Covid-19, baik yang pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif.

Menurutnya, dengan robot ini, intensitas perawat untuk berinteraksi langsung dengan pasien Covid-19 akan berkurang, sehingga menurunkan risiko transmisi atau penularan.

“RAISA adalah inovasi hasil kerja bareng antara ITS dan Unair. Ini ikhtiar untuk melakukan efektifitas dan efisiensi kerja dalam pelayanan ke pasien,” ungkap Gubernur Khofifah saat meninjau RAISA sekaligus meresmikan operasional 16 ruang ICU baru sebagai ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUA, Kamis (16/4).

Sebelum melihat cara kerja RAISA, Gubernur Khofifah mengaku sudah pernah melihat video demo dari robot itu. Menurutnya, robot ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan difungsikan di rumah sakit lain di Jawa Timur.

“Sekarang sedang saya cocokkan kalau RSU dr Soetomo juga bisa membuat model seperti ini. Saya rasa robot ini juga bisa digunakan di RSUD dr Seotomo, bahkan juga bisa digunakan di RS Saiful Anwar,” pungkasnya. (abe)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.