Ngeri, Jumlah Kasus Corona di Indonesia Kini Jadi 72.347

Data kasus Covid-19 di Indonesia kembali bertambah. Pemerintah menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 72.347 kasus. Itu setelah ditemukan sebanyak 1.611 kasus pada Jumat (10/7).

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto. “Kami mendapatkan hasil positif terkonfirmasi sebanyak 1.611 orang, sehingga akumulasi totalnya menjadi 72.347 orang,” ujar Achmad Yurianto, Jumat (10/7).

Jumlah 1.611 kasus baru ini diketahui setelah dilakukan pemeriksaan 23.609 spesimen dari 9.388 orang dalam sehari. Artinya, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari sekali.

Total spesimen yang sudah diperiksa mencapai 1.015.678 spesimen dari 597.468 orang yang diambil sampelnya.

Yurianto juga mengungkapkan, ada tujuh provinsi yang jumlah kasus barunya di atas 100 pasien. Jumlah terbanyak dicatat DKI Jakarta dengan 260 kasus baru. Jawa Timur dengan 246 kasus baru, Sulawesi Utara dengan 134 kasus baru, dan Sulawesi Selatan dengan 132 kasus baru.

Selanjutnya, Sumatera Utara dengan 112 kasus baru, Jawa Barat dengan 105 kasus baru, serta Jawa Tengah dengan 100 kasus baru.
Data pasien sembuh dan meninggal Dalam periode yang sama, diketahui ada penambahan 878 pasien Covid-19 yang sembuh. Mereka dinyatakan tidak lagi terinfeksi virus corona setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif.

“Dengan demikian, saat ini sudah ada 33.529 pasien yang dinyatakan sembuh setelah sempat terpapar Covid-19,” kata Yurianto.

Yurianto juga menyampaikan data pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dalam 24 jam terakhir, diketahui ada 52 pasien Covid-19 yang tutup usia. “Sehingga totalnya menjadi 3.469 orang,” tutur Yurianto.

Data OPD dan PDP Pemerintah telah menyatakan bahwa kasus Covid-19 sudah tercatat di semua provinsi atau 34 provinsi yang ada di Indonesia. Secara khusus, diketahui ada 459 kabupaten/kota yang sudah terdampak penularan virus corona.

Jumlah ini bertambah dua daerah jika dibandingkan data kemarin. Selain itu, pemerintah juga mengungkap ada 38.705 orang yang berstatus orang dalam pemantauan atau ODP. Kemudian, diketahui ada 13.882 orang yang berstatus pasien dalam pengawasan atau PDP. (ism/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.