Pemotongan Gaji Pelatih Timnas Lebih Ekstrem dari Thailand

KABARINDONG – Sejak diumumkan Indonesia darurat wabah Corona, PSSI langsung menghentikan seluruh kegiatan Tim Nasional (Timnas) di semua level. Karena itu, Ketua Umum PSSI M. Iriawan alias Iwan Bule berencana melakukan pemotongan gaji para pelatih.

Iwan Bule mengatakan, bahwa kondisi yang diterapkan ke klub-klub juga harus lanjut ke level Timnas Indonesia. Pasalnya, program latihan dan program untuk uji coba juga tak mungkin lagi dijalankan seiring wabah virus corona.

Disinggung tentang Timnas Thailand yang memotong gaji pelatihnya sampai 50 persen, Iwan Bule mengaku pihaknya bisa melakukan lebih ekstrem.

“Betul (ada pemotongan gaji), bahkan kami bisa melebihi itu (pemotongan di Thailand, red),” katanya.

Iwan Bule ingin menerapkan keadilan seperti di level klub. Pasalnya, semenjak putusan force majeure keluar dan kompetisi dihentikan sampai 29 Mei, klub-klub juga berhak memotong gaji pemain, ofisial, dan pelatih sampai 75 persen.

“Betul, nanti akan disamakan besarannya dengan pemotongan di klub yang maksimal membayarkan 25 persen gaji itu,” ungkapnya. Artinya, Shin Tae Yong dan seluruh staf yang dibawanya dari Korea Selatan tak akan menerima gaji penuh sejak Maret, April, Mei dan Juni, karena simultan dnega kebijakan di kompetisi.

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.