Pernah Jadi Pasukan PBB, AHY Minta Gugurnya Serma Rama Diinvestigasi

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pernah merasakan menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB. Sebab itu, putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut turut berduka atas gugurnya Serma Rama Wahyudi, seorang prajurit TNI yang menjadi pasukan penjaga perdamaian di Kongo.

Ungkapan duka mendalam atas gugurnya Serma Rama Wahyudi diungkapkan AHY melalui akun Twitter pribadinya @AgusYudhoyono yang dikutip Kabarindong.com, Kamis (25/6). “Turut berduka atas gugurnya Serma Wahyudi, Prajurit TNI Pasukan Perdamaian PBB akibat serangan kelompok bersenjata di Kongo,” twit AHY.

Selain itu, AHY yang pernah ditugaskan untuk misi perdamaian PBB di Libanon (UNIFIL) mendoakan Pratu M Syafii Makbul yang menjadi korban dalam serangan itu segera pulih.

Seperti diketahui, Serma Rama dan Pratu Syafi’i menjadi korban dalam serangan kelompok milisi di wilayah Provinsi Kivu Utara, Kongo. Serma Rama dilaporkan tewas sedangkan Pratu Syafi’i mengalami luka ringan. Keduanya,

AHY juga mengutuk keras tindakan kejahatan yang dilakukan kelompok bersenjata tersebut. Ia mendukung langka Kementerian Luar Negeri RI untuk mendorong pemerintah Kongo melakukan investigasi atas tragedi itu.

“Kita juga dukung langkah @Menlu_RI untuk dorong pemerintah Kongo lakukan investigasi yang transparan atas serangan ini, serta meningkatkan keamanan dan keselamatan pasukan dalam misi perdamaian,” tandas purnawirawan TNI berpangkat Mayor ini.

Serma Rama Wahyudi, prajurit TNI yang yang meninggal dunia saat bertugas di Misi MONUSCO, Republik Demokratik Kongo, jenazahnya akan dimakamkan di Pekanbaru.

Komandan Resor Militer 031/Wirabima Brigjen TNI Brigadir Jenderal M Syech Ismed di Pekanbaru, Rabu, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu jenazah Serma Rama Wahyudi yang merupakan anggota Detasemen Peralatan 14 Pekanbaru Komando Distrik Militer I Bukit Barisan. (dra/kabarindong)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.